Sampah Masih Jadi PR Pelabuhan Marina Muaro Padang

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

PADANG — Permasalahan sampah masih menjadi pekerjaan rumah dalam mewujudkan Muaro Padang yang berada di Batang Arau, Padang, Sumatera Barat menjadi Pelabuhan Marina. Dibutuhkan upaya ekstra dari pemerintah provinsi maupun kota untuk dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Yosmeri, yang ditemui di kawasan Batang Arau Padang, Rabu (29/1/2020). Foto: M. Noli Hendra

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Yosmeri mengatakan, untuk menjadikan Pelabuhan Marina, tidak hanya soal pembenahan dari sisi infrastruktur pelabuhan saja, tapi soal kebersihan lingkungan.

Disebutkan, walaupun nanti dalam pengerjaan dilakukan pengerukan sendimen sampah plastik dan pakaian yang mengendap di dasar Muaro Padang, jika tidak ada langkah menjaga kebersihan, maka akan terlihat sia-sia saja mengubah Muaro Padang jadi Pelabuhan Marina.

“Kalau untuk kewenangan saya yakni soal kapal perlu untuk dipindahkan, telah dilakukan. Bahkan belum lama ini Pemprov Sumatera Barat dan Pemko Padang telah menggelar pertemuan dengan Kementerian Kemaritiman, alhasilnya Pelabuhan Marina akan segera dimulai,” katanya, Rabu (29/1/2020).

Disebutkan, untuk mewujudkan Pelabuhan Marina itu, kapal nelayan dan kapal barang yang ada di Muaro Padang harus di alihkan muara lainnya.

Persoalan pemindahan tempat penepian kapal nelayan dan kapal barang telah ada solusi, yakni para nelayan bisa memulai muara baru yang ada di Muaro Anai dan Pelabuhan Bungus Padang.

“Kini secara berangsung-angsur, kapal telah mulai meninggalkan Muaro Padang, namun yang disesalkan saat ini ialah sampah yang masih menjadi PR di kawasan Batang Arau itu,” tambahnya.

Yosmeri berharap, Pemko Padang dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, tidak lagi dengan sengaja membuang segala bentuk sampah ke Batang Arau. Hal ini dipertegaskannya, karena ingin sama-sama mengajak masyarakat sekitar Batang Arau berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang bersih.

“Sampah-sampah yang ada saat ini, baik yang mengapung maupun yang sudah mengendap, akan dibersihkan dengan alat berat bersama Balai Wilayah Sungai Sumatera V. Tentunya tidak habis di sana, ke depannya jangan dibuang lagi sampahnya ke sungai,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Marizon mengatakan, kondisi Batang Arau tentu akan terus dilakukan pembersihan dari sampah dan begitu juga untuk bangkai kapalnya juga akan diangkat.

Terkait menjaga kebersihan, katanya, Pemko Padang telah menerapkan Peraturan Daerah (Perda) Kota Padang Nomor 21 tahun 2012 Tentang Pengelolaan Sampah. Satpol PP memiliki tugas untuk menindak bagi masyarakat yang melanggar aturan dalam Perda tersebut.

“Sosialisasi tentu terus kita lakukan, apalagi soal Pelabuhan Marina ini, kepada masyarakat sekitar Batang Arau disosialiasikan agar mengubah pola pikir untuk tidak membuang sampah ke sungai,” jelasnya.

Ia mengaku setiap hari Rabu nya banyak pihak sengaja melakukan bersih-bersih kawasan Batang Arau, seperti PNS dan pihak pegawai swasta serta pihak lainnya. Kegiatan bersih-bersih merupakan bentuk dukungan untuk menjadikan Muaro Padang ke Pelabuhan Marina.

Lihat juga...