Musim Panen Ikan di Lamsel Beri Berkah Pedagang Es Balok

Musim Panan Ikan di Lamsel Beri Berkah Pedagang Es Balok

LAMPUNG – Masa panen ikan laut di perairan Selat Sunda dan Laut Jawa di Lampung Selatan, memberi berkah bagi para pedagang es balok. Banyaknya nelayan yang melaut, turut meningkatkan kebutuhan es balok untuk mengawetkan ikan selama di laut.

Rudi, salah satu penyedia es balok, mengatakan, permintaan es balok meningkat hingga 50 balok per hari, sejak kondisi cuaca membaik dua pekan terakhir.

Menurutnya, es balok digunakan untuk untuk mengawetkan ikan saat melaut. Penggunaan es balok menurutnya lebih efektif dibandingkan memakai bahan pengawet lain. Sementara sejumlah kapal bagan mini, bagan congkel milik nelayan tradisional belum dilengkapi mesin pendingin (cold storage). Sebagai solusi, sejumlah nelayan menyediakan kotak pendingin dari styrofoam, boks fiber.

Rudi, salah satu pedagang es balok di tempat pelelangan ikan Muara Piluk, Bakauheni, Lampung Selatan, Senin (27/1/2020). -Foto: Henk Widi

Kebutuhan es balok, menurut Rudi mengalami peningkatan karena hampir semua nelayan melaut. Puluhan nelayan bagan congkel pencari teri dan ikan pelagis di Selat Sunda membutuhkan sekitar dua balok es. Berukuran 1,8 meter, es balok akan dipotong menjadi dua bagian. Nelayan umumnya menyesuaikan ukuran bok pendingin tanpa memecah es balok, untuk memperlambat es mencair.

“Es balok akan dipecah dalam ukuran kecil, saat proses distribusi ke tempat pengolahan ikan asin dan teri rebus, namun untuk kebutuhan melaut hanya dipotong menjadi dua memakai ganco,” terang Rudi, saat ditemui Cendana News di tempat pelelangan ikan Muara Piluk, Bakauheni, Senin (27/1/2020).

Ia mengatakan, hasil tangkapan ikan nelayan yang sudah dibawa ke darat masih akan membutuhkan es balok. Usai proses pelelangan dan dibeli produsen teri dan ikan asin, ikan akan dimasukkan dalam bok pendingin. Es balok sebanyak 50 buah diperoleh dari pabrik di wilayah Tangerang. Pasokan diambil maksimal tiga hari sekali.

Dibeli dengan harga Rp15.000 per balok, ia menjual kepada nelayan seharga Rp35.000. Sebab, es balok didatangkan dengan mobil ekspedisi menggunakan pelabuhan Merak ke Bakauheni.

Saat permintaan meningkat, dalam dua hari es balok akan habis. Kendaraan ekspedisi langganan yang membawa muatan pisang menjadi langganan baginya mengangkut es saat pulang ke Lampung.

“Bisnis es balok untungnya kecil, namun memberi dampak ekonomi yang positif bagi usaha ekspedisi dan membantu nelayan,” beber Rudi.

Herman, salah satu distributor es balok di Kalianda menyebut, permintaan nelayan di dermaga Bom rata-rata membutuhkan 30 es balok. Nelayan dengan perahu kasko, selain nelayan lokal Kalianda sebagian berasal dari Banten.

Ia menyebut, pabrik yang ada di Kalianda membuat harga es balok lebih murah, hanya Rp30.000 per batang. Sebagian es balok akan dijual ke sejumlah pengepul ikan untuk mengawetkan ikan sebelum dikirim ke tempat lain.

“Saat hasil tangkapan melimpah, sejumlah pengepul akan menelepon untuk dikirim es balok sesuai kebutuhan,” beber Herman.

Hasanudin, salah satu nelayan yang menggunakan es balok, mengaku membeli dua batang saat melaut. Es balok tersebut akan dipotong menjadi dua untuk dimasukkan dalam kotak pendingin. Proses penangkapan ikan, menurutnya akan dilakukan pada sore hari dan pulang kembali saat pagi hari. Es balok yang masih dibiarkan utuh akan menjaga kesegaran ikan hingga kembali ke dermaga.

Setelah kembali ke dermaga, ikan hasil tangkapan akan dilelang di tempat pelelangan ikan Muara Piluk Kalianda. Hasil tangkapan yang melimpah, menurut Hasanudin didominasi oleh ikan kurisi, layur, parang dan selar. Jenis ikan pelagis tersebut merupakan hasil tangkapan dengan jaring rampus di perairan Selat Sunda dan Kalianda.

“Hasil tangkapan akan dilelang, sehingga harus dalam kondisi segar menggunakan pengawetan memakai es balok,” bebernya.

Sebagian besar nelayan, memanfaatkan es balok selama melaut. Namun, sejumlah perahu nelayan berukuran lebih dari 30 Gross Ton jenis penangkap cumi, memiliki cold storage. Penggunaan es balok menurutnya menjadi cara penghematan bahan bakar, karena alat cold storage digerakkan dengan bahan bakar solar. Meski memakai es balok, ia menyebut ikan akan tetap dalam kondisi segar saat dibawa ke darat.

Lihat juga...