Musrenbang di Koja Diharap Munculkan Usulan Inovatif

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Sekretaris Kota Jakarta Utara, Desi Putra, mengatakan pada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) harus melahirkan usulan inovasi pada peningkatan sumber daya manusia (SDM). 

“Saya tadi melihat usulan pembangunan masih didominasi pembangunan fisik. Harusnya musrenbang ini melahirkan lebih banyak usulan nonfisik untuk peningkatan SDM,” kata Desi, di Aula Kantor Kelurahan Koja, Jakarta Utara, Kamis (30/1/2020).

Dia menyarankan sebagian usulan fisik yang telah diinput ke dalam sistem segera dialihkan ke usulan nonfisik. Terlebih, usulan nonfisik, mengarah pada usulan inovatif, sehingga melahirkan ciri khas warga Kelurahan Koja.

“Kelurahan Koja harus menjadi contoh bagi kelurahan lainnya di Jakarta Utara. Harus ada perubahan inovasi. Berkolaborasi dengan Aparatur Sipil Negara (ASN), agar maju bersama-sama,” ungkapnya.

Sementara Lurah Koja, Frimelda Novitara, akan mengajak warga untuk mengubah dominasi usulan fisik ke usulan nonfisik, melalui pembahasan di musrenbang.

Selain itu, ada juga rembuk Rukun Warga (RW) yang digelar sebelum pelaksanaan musrenbang, yang menghasilkan 76 usulan pembangunan untuk 2021, dengan total rencana anggaran mencapai Rp18 miliar.

“Usulan itu terdiri dari satu usulan untuk unit pengelola pusat pelatihan seni dan budaya, dua usulan untuk pusat pelatihan dan pengembangan pendidikan anak usia dini dan pendidikan masyarakat, dua usulan untuk Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Utara, empat usulan untuk Sudin Pariwisata dan Kebudayaan Jakarta Utara,” tuturnya.

Ke empat usulan untuk Sudin Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Utara, ke lima usulan untuk Sudin Kesehatan Jakarta Utara, lima usulan untuk Sudin Perindustrian dan Energi Jakarta Utara, enam usulan unuk Sudin Pemuda dan Olah Raga Jakarta Utara, enam usulan unuk Sudin Perhubungan Jakarta Utara, sembilan usulan untuk Sudin Bina Marga Jakarta Utara, dan 32 Usulan untuk Sudin Sumber Daya Air Jakarta Utara.

“Usulan itu kita serap dari 13 RW yang melaksanakan Rembuk RW pada awal Januari lalu. Usulan pembangunan itu mengarah kepada 11 UKPD (Unit Perangkat Kerja Daerah) di Jakarta Utara,” tuturnya.

Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Jakarta Utara, Wawan Budi Rohman, menyarankan, warga lebih memprioritaskan usulan kegiatan nonfisik dalam musrenbang untuk 2021 mendatang. Usulan tersebut sebagai bekal keterampilan bagi warga dalam bersaing di dunia global.

“Usulan kegiatan nonfisik ini banyak jenisnya. Bisa terkait sosial, pendidikan hingga kepemudaan dan olah raga. Contohnya seperti usulan budi daya ikan atau tanaman obat atau yang lainnya,” kata Wawan.

Dia menjelaskan, perubahan usulan fisik ke nonfisik dapat dilakukan saat mengalami kendala dalam kepemilikan lahan yang masih milik pengembang. Pemerintah DKI tidak bisa melakukan pembangunan, jika pengembang belum menyerahkan lahan fasos-fasum yang ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST).

“Jadi, jika terkendala lahan yang belum diserahkan dari pengembang, warga bisa mengalihkannya ke usulan nonfisik. Ajukan perubahan usulan itu ke kelurahan setempat. Pemerintah hanya dapat melakukan pemeliharaan fisik, jika lahan itu belum diserahkan,” jelasnya.

Sementara Ketua RW 12, Kelurahan Pegangsaan 2, Sudirman, mengungkapkan, pihaknya berencana mengubah rencana usulan pembangunan fisik ke kegiatan nonfisik. Hal ini disebabkan mayoritas lahan di wilayahnya masih belum diserahkan oleh pengembang kepada pemerintah.

“Ya, nanti kita coba ajukan perubahan usulan. Kita akan diskusikan dulu dengan warga, mumpung sistem musrenbang di kelurahan belum ditutup,” tutupnya.

Lihat juga...