Nikmatnya Tipat Ayam Suwir Bumbu Merah Khas Bali

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

DENPASAR –  Berwisata di Kota Denpasar tidak tidak lengkap rasanya jika tidak mencicipi kuliner yang khas dari ibu kota provinsi Bali ini.

Denpasar memiliki makanan khas yang sudah terkenal, misalnya yang patut dicoba pelancong, yaitu tipat kuah dengan ayam sisit bumbu merah khas Bali.

Tak sulit bagi wisatawan yang ingin menikmati kuliner yang dijual oleh Men Rendra, pemilik kuliner sarat rempah-rempah yang terletak di kawasan Jalan Kepundung Denpasar. Letaknya tidak jauh dari kawasan titik nol Patung Catur Muka, Denpasar.

“Dari Patung Catur Muka kita dapat berjalan selama lima menit ke arah timur menuju Jalan Kepundung Denpasar. Terdapat empat warung kecil di kawasan Jalan Kepundung,” paparnya.

Ayam sisit atau yang lebih dikenal dengan ayam suwir bumbu merah ini sendiri adalah varian olahan daging ayam tanpa tulang, dimana ayam sudah direbus sebelumnya dan disuir menjadi potongan kecil.

Ayam sisit yang satu ini kaya akan rempah dengan bahan utamanya ayam yang sudah dipotong suir. Sementara untuk bumbu rempahnya terdiri dari jeruk nipis, cabai merah keriting, cabai rawit merah, batang serai, ketumbar butir, biji pala, butir kemiri, sangrai, ruas jari kunyit, siung bawang putih, terasi bakar, siung bawang merah, buah cabai merah keriting, dan buah cabai rawit merah.

Cara membuat masakan ini diantaranya campur dada ayam suwir dengan bumbu iris dan bumbu halus hingga rata. Beri perasan air jeruk nipis dan minyak goreng, campur rata dengan tangan.

Kemudian tumis ayam suwir berbumbu taburi merica bubuk. Tumis hingga ayam berubah warna kuning kecoklatan dan agak kering. Dan jadilah ayam sisit bumbu merah khas Bali.

Men Rendra, penjual kuliner tipat kuah ayam sisit ini menjelaskan, dirinya menjual ratusan mangkok tipat ayam sisit bumbu merah khas Bali setiap harinya. Bagi yang tidak suka tipat atau lontong terdapat nasi putih dilengkapi sayur urap sebagai alternatif.

“Jadi tamu atau pembeli tinggal pilih saja mau menikmati makanan dengan setengah porsi atau satu porsi tidak masalah,” ujarnya, Sabtu (11/1/2020).

Dikatakan, pihaknya khusus menjual kuliner ini untuk dinikmati sebagai sarapan pagi, karena warung ini hanya buka dari pukul 06.00 Wita dan tutup pukul 11.00 Wita. Jika terlambat datang  akan kehabisan menu khas Bali yang sangat nikmat ini.

“Jadi lebih baik datang pagi untuk bisa menikmati kuliner ini,” tegasnya.

Untuk wisatawan yang ingin menikmati kuliner ini cukup merogoh kocek mulai Rp. 15.000 setiap porsinya.

Kuliner ayam sisit kuah khas Bali memang menjadi idola tidak hanya bagi masyarakat Denpasar, melainkan juga bagi masyarakat luar Denpasar dan luar Bali.

Ayu salah seorang penikmat kuliner ayam sisit merah saat ditemui, Sabtu (11/1/2020). -Foto: Sultan Anshori.

Salah satunya diutarakan oleh Ayu, salah seorang penikmat kuliner ayam sisit merah. Disampaikan, rasa rempahnya kuat menjadikan masakan ini wajib dicoba bagi siapa pun yang ingin menikmati kuliner Bali.

“Jadi bagi masyarakat yang ingin mengetahui kuliner Bali tipat kuah ayam suwir bumbu merah ini alternatifnya,” tegasnya.

Lihat juga...