Ormas LIBAS Kritisi Sejumlah Infrastruktur Rusak di Lamsel

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Organisasi Massa (Ormas) Laskar Inti Bersatu Antar Suku (LIBAS)  mengkritisi sejumlah infrastruktur jalan, jembatan, talud di Lampung Selatan (Lamsel) yang cepat rusak.

Khoidir, Kepala DPP Ormas LIBAS menyebut sebagai cara mengkritisi sejumlah proyek yang ada, pihaknya melakukan unjuk rasa di kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Khoidir (tengah) Ketua DPP Ormas Laskar Inti Bersatu Antar Suku di sela-sela aksi mengkritisi sejumlah pembangunan infrastruktur di Lampung Selatan, Kamis (23/1/2020). -Foto: Henk Widi

Sejumlah infrastruktur jalan yang cepat rusak menurutnya imbas dari kualitas yang tidak baik. Imbasnya sejumlah jalan, jembatan yang baru dibangun rusak akibat alam dan kualitas bahan yang kurang berkualitas. Dugaan kurangnya pengawasan sejumlah proyek infrastruktur berimbas kurang berkualitas. Keluhan dari masyarakat terkait pekerjaan kontraktor menurutnya kurang ditanggapi oleh pihak terkait.

Kerusakan sejumlah infrastruktur menurutnya diduga akibat adanya oknum kontraktor nakal. Praktik yang terjadi diantaranya spesifikasi pembangunan tidak sesuai bestek. Imbasnya sejumlah infrastruktur berkonstruksi aspal mengelupas, jalan rigid beton rusak pada sejumlah proyek di Lamsel. Kerugian akibat konstruksi yang rusak tersebut berimbas kerugian karena pembangunan memakai anggaran pemerintah.

“Ormas LIBAS mengkritisi sejumlah proyek yang dibangun oleh kontraktor namun cepat rusak, artinya ada dugaan permainan soal pengawasan sehingga merugikan masyarakat,” ungkap Khoidir saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis (23/1/2020).

Sebagai bentuk penyampaian aspirasi masyarakat di sejumlah wilayah Lamsel, ormas LIBAS melakukan unjuk rasa di depan kantor PUPR Lamsel. Masa berjumlah ratusan orang melakukan orasi di bawah pengawalan anggota Polres Lamsel dan Satuan Polisi Pamong Praja. Pada orasinya Khodir dan sejumlah orator lain meminta Dinas PUPR mengusut oknum pengawas yang mengakibatkan buruknya kualitas infrastruktur.

Ormas LIBAS saat ditemui pejabat Dinas PUPR diantaranya Emi Gunanda (paling kanan) Kepala Bidang Cipta Karya saat unjuk rasa terkait sejumlah proyek yang ada di Lampung Selatan, Kamis (23/1/2020). -Foto: Henk Widi

Ormas LIBAS disebutnya juga menyayangkan sejumlah proyek bermasalah namun sudah masuk tahap Provisional Hand Over (PHO). Khoidir berharap agar Dinas PUPR menolak PHO sejumlah proyek yang masih belum sempurna. Sebab sejumlah unsur terlibat seperti Panitia Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas PUPR yang diduga bermain dan tidak profesional sesuai tugas pokok dan fungsinya (Tupoksi).

“Kami membawa aspirasi masyarakat agar sejumlah pembangunan yang ada dibangun dengan kualitas yang lebih baik untuk kemajuan Lamsel,” tuturnya.

Massa ormas LIBAS yang melakukan orasi berharap bisa langsung beraudiensi dengan kepala Dinas PUPR. Namun saat orasi para pengunjuk rasa hanya ditemui oleh Chepy selaku Kepala Bidang Tata Ruang dan Emi Gunanda Kepala Bidang Cipta Karya.

Emi Gunanda menyebut perwakilan ormas akan diajak beraudiensi dengan kepala dinas PUPR. Sebab Syahroni selaku Plt Kepala Dinas PUPR sedang ada di luar kota. “Mewakili kepala dinas kami pastikan kawan-kawan Ormas LIBAS akan ditemui oleh kepala dinas agar bisa menyampikan aspirasinya,” beber Emi Gunanda.

Aksi unjuk rasa Ormas LIBAS di depan kantor Dinas PUPR yang berlangsung damai diamankan oleh personel Polres Lamsel dan Satpol PP. Kepala bagian Humas Polres Lamsel, Iptu Budi Purnomo yang melakukan mediasi menyebut unjuk rasa berlangsung kondusif. Sebanyak 200 personel Polres Lamsel dan jajaran Polsek dikerahkan untuk mengamankan aksi tersebut. Usai unjuk rasa massa melakukan konvoi di area perkantoran Pemkab Lamsel.

Lihat juga...