Pasien Meningkat, Bupati Sikka Tetapkan Status KLB DBD

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Meningkatnya pasien demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), membuat bupati menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah.

Pengeluaran status KLB ini dilakukan mengingat sudah dua anak di Kabupaten Sikka meninggal dunia dalam kurun waktu dua minggu di bulan Januari 2020 dan jumlah pasien hingga Rabu (22/1/2020) sudah mencapai 184 orang.

“Saya baru tandatangan pernyataan terkait ditetapkannya status KLB DBD,” kata Bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo , Rabu (22/1/2020).

Robi sapaannya mengatakan, penetapan status KLB demam berdarah  sudah sesuai dengan peraturan dimana sudah ada 2 orang meninggal dunia dan jumlah penderita telah mencapai 184 orang.

“Kami akan menindaklanjuti penetapan status KLB DBD ini dengan melakukan langkah-langkah untuk mengantisipasinya. Rapat hari ini dilakukan untuk mengambil langkah itu,” tuturnya.

Robi juga meminta agar masyarakat Sikka menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitarnya dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat agar terhindar dari penyakit DBD.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Sikka, Petrus Herkemus saat ditemui di ruangannya, Rabu (22/2/2020). -Foto: Ebed de Rsary

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Sikka, Petrus Herlemus mengatakan, selain bupati telah mengeluarkan imbauan mengenai upaya preventif penyakit DBD, juga telah ditetapkan status KLB DBD.

Petugas kesehatan yang ada hingga ke desa-desa, kata Petrus, terus turun ke masyarakat melakukan sosialisasi dan mengecek kondisi jentik di rumah warga dan lingkungan sekitarnya.

“Petugas kami juga terus melakukan pengasapan di daerah-daerah yang terdapat penderita demam berdarah. Tapi pengasapan hanya mencegah DBD sementara sehingga partisipasi masyarakat untuk menjaga kebersihan sangat diperlukan,” katanya.

Petrus menyebutkan, dari 21 kecamatan yang ada di Kabupaten Sikka, penderita demam berdarah sudah ada di 17 kecamatan, sementara 4 kecamatan yakni Mapitara, Nelle, Waiblama dan  Palue.

Selain bekerja sama dengan pihak gereja, tambahnya, Dinas Kesehatan juga telah bertemu dengan Uskup Maumere dan Dandim 1603 Sikka untuk meminta dukungan pihak gereja dan TNI AD..

“Kami juga mengerahkan tenaga sukarela yang ada di Puskesmas diturunkan ke desa dan kelurahan. Setelah pasien dirawat dan boleh kembali ke rumah, petugas kesehatan juga harus memastikan terlebih dahulu kondisi kesehatan lingkungannya,” ungkapnya.

Lihat juga...