Pasien Terduga Virus Corona Dirawat di RSHS Bandung

Petugas medis menggunakan pakaian pelindung saat mengontrol ruangan khusus untuk wabah virus corona di Ruangan Isolasi Infeksi Khusus Kemuning Rumah Sakit Dokter Hasan Sadikin (RSHS), di Bandung, Jawa Barat, Jumat (24/1/2020) – Foto Ant

BANDUNG – Seorang pasien terduga terjangkit novel coronavirus (nCov) atau virus corona menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pemerintah Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Minggu (26/1/2020).

Identitas pasien tersebut hingga kini belum diperoleh. Berdasarkan informasi yang dihimpun, pasien terduga virus corona tersebut dirawat di Ruang Isolasi RSHS Bandung mulai Minggu (26/1/2020) siang.

Humas RSHS Bandung, Reny Meisuburriyani mengatakan, manajemen rumah sakit akan menggelar jumpa pers tentang pasien terduga virus corona tersebut pada Senin (27/1/2020) pagi. “Untuk informasi yang valid dan lengkap mohon bersabar menunggu besok (Senin, 27 Januari 2020), agar tidak berkembang menjadi informasi yang salah (hoax). Terima kasih, tetap jaga kesehatan dengan perilaku hidup bersih dan sehat ya. Besok bu dirut akan memberikan keterangan,” ujar Reni menjawab pertanyaan media tentang informasi pasien terduga virus corona, Minggu (26/1/2020) malam.

Sementara itu, RSUD Dokter Soetomo Surabaya, juga merawat seorang warga negara (WN) Cina di sebuah Ruang Isolasi Khusus (RIK), Minggu (26/1/2020). Kepala Instalasi PKRS dan Humas RSUD Dokter Soetomo, dr Pesta Parulian saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan soal indikasi pasien tersebut terjangkit virus corona atau tidak. “Benar kami rawat. Namun belum didiagnosis sebagai Wuhan Flu (virus corona). Karena baru tadi siang ditangani,” ujarnya.

Ia juga belum bisa menjelaskan secara rinci, identitas pasien tersebut. Namun profesinya disebut sebagai pengajar bahasa di Surabaya sejak 5 Januari lalu. “Keluhannya dia menderita batuk-batuk seminggu terakhir. Jadi belum bisa kami pastikan, itu sebabnya kami rawat dulu,” katanya.

Pesta mengatakan, pihaknya tetap merawat WN China tersebut sampai benar-benar tidak terbukti terjangkit virus corona. Ia juga meminta masyarakat tidak panik terhadap isu virus Corona di Surabaya.

Sampai sekarang disebutnya, belum ada temuan positif pasien menderita virus tersebut. “Status pengawasan. Kami edukasi masarakat agar tidak panik. Besok Senin (27/1/2020), pukul 08.00 WIB, kami menggelar konferensi pers untuk memastikan kondisi pasien,” katanya. (Ant)

Lihat juga...