Pekerjaan Jembatan Gantung di Tual – Malra Harus Diawasi

TUAL – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, Amir Rumra, meminta pengawasan ketat terhadap penyelesaian pengerjaan jembatan gantung Wear Faer Tual, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), usai ambruknya rangka jembatan tersebut pada Rabu (15/1).

Permintaan ini disampaikan Amir Rumra kepada awak media, ketika dirinya menyambangi jembatan Faer yang sedang dilakukan pengangkatan rangka jembatan yang ambruk oleh pihak kontraktor, di Tual, Maluku Tenggara.

“Kami mintakan konsultan pengawas, tim pengawas Balai Jalan dan Jembatan Nasional (BPJN) serta pihak dari pihak kejaksaan dapat memperhatikan dan melakukan pengawasan yang ketat pada pekerjaan jembatan ini, sehingga tidak terulang lagi kejadian seperti ambruknya rangka jembatan ini”, katanya.

Ia mengaku, ini untuk kedua kalinya dirinya meninjau pengerjaan jembatan setelah ambruknya rangka jembatan tersebut.

“Terkait hasil pantauan tersebut, setelah ‘cross check’ di lapangan, pekerjaan jembatan ini memang masih tanggung jawab kontraktor, dan sementara dilakukan pengangkatan rangka jembatan yang ambruk ke laut oleh pihak kontraktor,” katanya.

Diakuinya, setelah diberikan ketegasan kepada BPBJN beberapa waktu lalu dan perwakilan Kementerian PU sendiri telah datang meninjau, maka diberi peringatan kepada kontraktor, bahwa apa pun juga pekerjaan ini menjadi tanggung jawab mereka hingga selesai.

“Kami pada prinsipnya akan terus lakukan pemantauan hingga pekerjaan ini diselesaikan secepatnya, karena warga Faer Kota Tual sangat membutuhkan akses jembatan ini,” katanya.

Pihaknya juga mengapresiasi pengakuan kontraktor, bahwa mereka lalai hingga berakibat jembatan itu ambruk. “Diharapkan, kejadian tersebut tidak terulang lagi,” kata Amir.

Sementara itu, Anderias Rentanubun selaku pihak kontraktor, kepada awak media menyampaikan, usai ambruknya rangka jembatan saat ini pihaknya mengangkat kembali rangka jembatan yang ambruk.

“Pengangkatan rangka jembatan yang ambruk sudah sekitar 40 persen, beberapa segmen telah kita bongkar dan angkat, kita saat ini juga sudah mulai memesan rangka yang rusak,” kata Anderias.

Diakuinya, proses pengangkatan rangka yang ambruk terkendala kondisi alam, terutama arus air laut yang kuat dan angin, namun pihaknya sudah membuat skedul percepatan.

Anderias juga menegaskan, pihaknya siap bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan ini, dan berapa pun biayanya. (Ant)

Lihat juga...