Pemanah NPCI Siap Rebut Medali di APG Filipina

Atlet cabang panahan andalan Indonesia Ken Swagumilang (kanan) saat mengikuti pemusatan latihan nasional di Lapangan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. DR. Soeharso Surakarta, Senin (20/1/2020) – Foto Ant

SOLO – Sebanyak 12 pemanah putra dan putri, cabang olahraga panahan National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, siap merebut medali di pesta multi event ASEAN Para Games (APG) 2020 yang digelar di Filipina, Maret mendatang.

“Ada 12 atlet pahanan Indonesia, yang terdiri dari enam putra dan enam putri, semuanya siap tempur untuk meraih medali pada APG 2020 di Filipina,” kata Pelatih Panahan NPC Indonesia, Sapriyanto, disela Pelatnas yang digelar di Lapangan Balai Besar Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Fisik (BBRSPDF) Prof. DR. Soeharso Surakarta, Senin (20/1/2020).

Pemanah Indonesia yang telah dipersiapan APG Filipina, untuk bagian putra adalah, Fitriansyah, Ken Swagumilang, M.Ali, Setiawan, R. Dio pesantren, M. Abror. Sedangkan di bagian putri, ada Irmawati, Tuwariah, Tutik Yumiati, V. Ninik Umardiani, Ijah khodijah, dan Sumiarti. Para atlet panahan tersebut, meski waktu pelaksanaan APG Filipina diundur dari Januari menjadi Maret mendatang, tetap bersemangat berlatih. Pemunduran tersebut memberikan kesempatan untuk semakin memantapkan tehnik dan mental sebelum diberangkatkan ke Filipina.

Di APG 2020 Filipina, Cabor panahan mempertandingkan enam nomor yakni, compound putra/putri, recurve putra/putri, dan Mixed Team putra/putri. Sehingga ada enam medali emas yang diperebutkan. “Indonesia pada cabang panahan APG Filipina, menargetkan bisa merebut satu emas, tiga perak dan dua perunggu,” sebutnya.

Menurutnya, peluang medali emas Indonesia dari cabang panahan pada nomor compound putra, melalui Fitriansyah dan Ken Swagumilang. Kedua Pemanah Indonesia ini, siap meraih prestasi terbaik di Filipina. Bahkan, pemanah Fitriansyah pada try out terakhir perlombaan tingkat Asian Para Archery Championships 2019 di Bangkok Thailand, pada November berhasil meraih perunggu.

“Peluang Indonesia cabang panahan untuk tiga perak pada nomor compound putra, recurve putri, serta mixed team, dua perunggu recurve putra dan putri. Kami tetap optimistis bisa memenuhi target itu,” katanya.

Pesaing terberat cabang panahan di APG Filipina, adalah Malaysia dan Thailand. Kedua negara ini, memilik atlet-atlet yang handal untuk merebut medali. Atlet Panahan NPC Indonesia, Fitriansyah mengatakan, dirinya sudah siap untuk merebut medali di APG 2020 Filipina. “Saya baru pertama ikut APG di Filipina ini, tetapi saya optimistis bisa menjadi yang terbaik untuk bangsa,” kata atlet panahan asal Kalimantan Tengah tersebut.

Atlet Panahan NPC Indonesia, Ken Swagumilan mengatakan, meski jadwal event diundur waktunya hingga tiga bulan, hal itu justru lebih menguntungkan. Ada tambahan waktu untuk memantapkan latihan tehnik dan mental. “Saya yang turun pada nomor compound putra ini, mohon doa restunya masyarakat Indonesia agar raih prestasi terbaik dan bisa membanggakan bangsa,” ujar Ken. (Ant)

Lihat juga...