Pemda Sikka Perlu Beri Insentif bagi Mahasiswa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Pemberian bantuan beasiswa bagi putera-puteri asal kabupaten Sikka provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi di luar daerah harusnya  dikurangi agar dananya bisa membiayai mahasiswa yang berkuliah di Maumere.

“Percuma kalau memberi beasiswa bagi para mahasiswa yang berkuliah di luar kabupaten Sikka kalau kampusnya bukan kampus negeri dan ternama,” kata Philipus Nong, salah seorang mahasiswa Univeritas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, kabupaten Sikka, provinsi NTT, Kamis (23/1/2020).

Philip sapaannya menyebutkan, belum tentu kualitas pendidikan di kampus-kampus swasta di luar kabupaten Sikka tersebut lebih baik dibandingkan dengan Unipa Maumere.

Menurutnya, pemerintah harus memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang berkuliah di perguruan tinggi yang ada di kabupaten Sikka seperti Unipa Maumere, IKIP Muhamadiyah Maumere serta STFK Ledalero Maumere.

“Kualitas pendidikan di kampus-kampus di kota Maumere tidak kalah dengan kampus swasta lainnya di luar kabupaten Sikka. Lebih baik beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang kuliah di Maumere saja,” tegasnya.

Ketua yayasan pendidikan tinggi Nusa Nipa Drs. Sabinus Nabu juga berharap agar Pemda Sikka bisa memberikan insentif bai putera-puteri asal kabupaten Sikka yang berkuliah di daerah ini.

Ketua Yayasan Nusa Nipa Maumere, Kabupaten Sikka, provinsi NTT, Drs. Sabinus Nabu, saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (23/1/2020). Foto: Ebed de Rosary

Sabinus mencontohkan bupati kabupaten Flores Timur yang memberikan bantuan dana kepada setiap mahasiswa asal daerah tersebut yang mau kuliah di daerahnya sebesar Rp.2,5 juta per mahasiswa.

“Pemerintah daerah harus mempunyai blue print bagaimana menaikkan angka partisipasi layak belajar pendidikan tinggi di daerah tersebut. Karena orang yang bisa menjadi baik dan bekerja baik kalau sudah tamat perguruan tinggi,” ungkapnya.

Suatu kota akan berkembang sebut Sabinus, kalau ada daya tarik dan caranya dengan memajukan sektor jasa pendidikan karena dengan semakin banyaknya mahasiswa yang berkuliah di Maumere maka akan menggerakkan perekonomian.

Maka pemerintah daerah pinta dia, hendaknya mendorong dan memfasilitasi agar perguruan tinggi yang ada di kabupaten Sikka bisa tumbuh dan berkembang secara baik dan menjadi besar.

“Kalau ada perguruan tinggi maka akan terjadi multiplier effect ekonomi secara baik. Sektor keuangan akan bergerak, jasa pemondokan, kuliner dan lainnya juga akan berkembang,” tuturnya.

Sabinus menyebutkan, Unipa Maumere sejak tahun 2005 hingga tahun 2010 telah mengirim 200 dosen untuk mengambil gelar Strata Dua (S2) di berbagai kampus di luar daerah dan 6 orang mengambil gelar Strata Tiga (S3).

Bila satu orang dosen yang belajar ke luar daerah membutuhkan biaya Rp60 juta saja sebutnya, maka pihak yayasan telah mengeluarkan dana sebesar Rp12 Miliar belum termasuk membayar gaji mereka.

“Kami juga mengirim 6 orang mengambil gelar S3 dimana 2 orang sudah selesai menempuh pendidikan. Unipa Maumere tenaga akademiknya sudah mumpuni,” tegasnya.

Lihat juga...