Pemerintah Targetkan Rp2 Triliun dari Investasi SBR009

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Pemerintah telah resmi membuka instrumen investasi Savings Bond Ritel seri 009 (SBR009) atau Surat Berharga Negara (SBN) jenis ritel, mulai 27 Januari 2020 hingga 13 Februari 2020. Melalui instrumen tersebut, pemerintah menargetkan Rp2 triliun.

“Target kita masih sama dengan yang seri lalu (SBR008) sekitar Rp2 triliun,” terang Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Luky Afirman usai membuka kegiatan Talkshow SBR009 bertajuk Nanti Kita Cerita Tentang Negeri Ini, Rabu (29/1/2020) di Jakarta.

Luky mengungkapkan bahwa SBR009 dihadirkan untuk memperluas basis investor domestik, khususnya generasi milenial. Berkaca pada tahun lalu, kata Luky, generasi milenial memang sangat antusias berinvestasi pada instrumen tersebut.

“Alhamdulillah tahun lalu generasi milenial mendominasi sebagai pembeli SBN Ritel kita, kurang lebih 52 persen. Ini yang kita harapkan bisa berlanjut di tahun ini,” ujarnya.

Bukan hal aneh apabila milenial menggemari investasi pada instrumen SBR009, selain karena batas minimalnya yang terjangkau (Rp1 juta), juga karena prosedurnya yang mudah dan praktis, cukup dengan menggunakan smartphone.

“Jadi di SBR009 semua difasilitasi secara online melalui sistem elektronik yang disediakan oleh Mitra Distribusi (Midis). Proses pembelian SBR009 ini dapat ditempuh dalam 4 tahap; registrasi, pemesanan, pembayaran, dan konfirmasi/setelmen,” jelas Luky.

Selain itu pemerintah memastikan keamanan investasi di SBR009, karena seluruh pembayaran kupon (bunga) dan pokok SBR009 kepada investor dijamin oleh negara.

Penetapan Hasil Penjualan akan diumumkan pada tanggal 17 Februari 2020, tanggal setelmen pemesanan pada 19 Februari 2020, dan jatuh tempo pada 10 Februari 2022 (tenor 2 tahun).

“Besaran kupon ini berlaku sebagai kupon minimal (floor rate). Dengan kata lain, walau tingkat kuponnya dapat berubah-ubah setiap 3 bulan sesuai dengan perubahan BI 7 Days Reverse Repo Rate, namun tingkat kupon SBR009 tidak akan lebih rendah dari 6,30 persen per tahun,” papar Luky.

Peluncuran produk SBR009 juga diharapkan mampu menjadi wujud peran aktif investor dalam membangun negeri karena dana investasi dari masyarakat akan dipakai untuk mendukung pembiayaan APBN.

Selain itu, SBR009 merupakan opsi masyarakat Indonesia untuk menjadi sarana membentuk dan memperkuat kebiasaan berinvestasi sejak dini.

“Menjadi investor sebagai bagian dari resolusi pribadi sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan diri dan negeri. Wujudkan resolusi, hasil baik menanti,” pungkas Luky.

Lihat juga...