Pemprov Bali Terbitkan Perda Sistem Pertanian Organik

Editor: Makmun Hidayat

DENPASAR — Pemerintah Provinsi Bali berkomitmen untuk mengembalikan kualitas lingkungan dan alam Bali lewat berbagai kebijakan yang disahkan. Salah satunya Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik, yang secara tidak langsung juga berupaya mengurangi dampak bahan kimia terhadap tanah dan air. 

Gubernur Bali Wayan Koster saat ditemui Rabu, (22/1/2020). -Foto: Sultan Anshori

Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan, hal tersebut karena berdasarkan penelitian kualitas tanah, air dan alam Bali ini belakangan terus menurun. Indikasinya banyak biota yang mati. Kunang-kunang, kakul, belut, sudah susah ditemui sekarang. Untuk itu perlu diperbaiki agar sehat kembali alam Bali.

“Selain menghasilkan bahan pangan yang sehat, Perda ini juga bertujuan untuk memperbaiki kembali lingkungan yang sudah bertahun-tahun dicemari bahan kimia,” ujar Koster Rabu, (22/1/2020).

Dikatakan, hal ini dibutuhkan juga kesadaran akan lingkungan yang bersih dan sehat dari masyarakat. Jika perlu hal ini akan diupayakan agar menjadi sebuah gaya hidup masyarakat di Bali.

Oleh karenanya, pihaknya akan menyiapkan  sistemnya, pembatasan sampah plastik, pengolahan sampah berbasis sumber, pertanian organik, dan seterusnya. Hal ini penting, karena sebagai modal untuk menjaga ekosistem kita di Bali.

“Syukurnya, masyarakat di Bali sangat luar biasa penerimaannya. Menggeliat betul di lapangan. Negara-negara sahabat pun sangat memuji langkah ini,” tandas Koster

Lihat juga...