Pemprov DKI-Warga Tionghoa Gelar Semarak Perayaan Imlek 2571

Editor: Makmun Hidayat

Kepala Biro Dikmental DKI Jakarta, Hendra Hidayat soal perayaan Imlek di ibu kota Jakarta di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2020) pagi. -Foto: Lina Fitria

JAKARTA — Jelang hari perayaan Imlek, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengumpulkan pengurus warga Tionghoa serta organisasi keagamaan untuk menggelar semarak perayaan Imlek 2571 di sejumlah wilayah ibu kota.

Menurut Kepala Biro Dikmental DKI Jakarta, Hendra Hidayat telah menyepakati adanya kegiatan dalam menyambut tahun baru Imlek di sejumlah sudut kota. Dengan tujuan, membawa semarak perayaan ke ruang publik untuk mewujudkan kesetaraan, kesamaan dan persaudaraan.

“Kita akan melaksanakan kegiatan Imlek, rangkaian Imlek kita mulai sampai 5 Februari. Nanti juga ada Chinese Food Festival di Thamrin 10,” kata Hendra di temui di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (21/1/2020) pagi.

Dia mengungkapkan, kolaborasi dan partisipasi Pemprov DKI dalam menyemarakkan perayaan Imlek tersebut dimulai sejak tanggal 15 Januari hingga 8 Februari mendatang. Menurut Hendra, Perhimpunan Suku Marga Tionghoa Indonesia mengaku senang dengan adanya acara tersebut.

“Terkait dengan itu pula apresiasi yang mereka berikan berupa partisipasi dan kolaborasi antara Pemprov dengan mereka. Mereka memang selama ini sudah ada agendanya. Tapi kemudian kita perbantukan itu dengan apa yang kita miliki,” tuturnya.

Menurut dia, ini baru pertama kali pemerintah mengadakan acara perayaan Imlek. Selama ini, kata Hendra, para komunitas Tionghoa membuat acara sendiri-sendiri.

“Selama ini mereka kan melaksanakannya sendiri-sendiri. Ini baru pertama kalinya, sama seperti acara Christmas Carol waktu Natal. Karena memang kita semangat kesetaraan, kemudian kebersamaan dan persaudaraan,” ungkapnya.

Dia ingin masyarakat juga turut memeriahkan acara perayaan Imlek. Nantinya barongsai tajidor bakal menghibur masyarakat. “Kita ingin lebih memasyarakatkan ini. Supaya kita bisa menikmati semuanya,” ungkapnya.

Pada acara Perayaan Imlek, tidak ada penutupan jalan. Pasalnya acara ini juga bakal ada di acara Car Free Day. “Tidak ada penutupan jalan kecuali yang nanti berkaitan dengan acara di Car Free Day,” tuturnya.

Adapun rangkaian acaranya meliputi, tanggal 15 Januari hingga 5 Februari digelar kegiatan Chinese Food di Thamrin 10. Kemudian pentas seni budaya barongsai, tanjidor, Gambang Kromong dan wayang Potehi yang digelar pada tanggal 23 hingga 26 Januari di sejumlah lokasi seperti Thamrin 10, Taman Dukuh Atas, depan hotel Grand Hyatt, dan kegiatan HBKB di Sudirman – Thamrin.

Selanjutnya, pada 8 Februari, dikatakan Hendra, pihaknya akan menggelar perayaan Cap Go Meh di tiga lokasi yakni Petak IX, Kampung Duri dan Jatinegara.

“Koloborasi dan partisipasi yang diberikan oleh Pemprov DKI Jakarta diantaranya menghiasi ornamen bernuansa Imlek di empat stasiun MRT dan Transjakarta yakni Lebak Bulus, Blok M, Dukuh Atas dan Bundaran HI,” katanya.

Selain itu, sambung Hendra, kawasan Thamrin 10 juga akan dihiasi oleh lampu lampion dari hasil karya para pelajar di Ibukota.

Tak kalah menariknya, ada empat stasiun mass rapid transit (MRT) dan Transjakarta yakni Lebak Bulus, Blok M, Dukuh Atas, dan Bundaran HI dengan ornamen bernuansa Imlek.

“Inilah partisipasi dan kolaborasi yang diberikan Pemprov DKI, salah satunya menghiasi ornamen Imlek di stasiun MRT dan Transjakarta,” tutupnya.

Lihat juga...