Pemprov Kaltim Beli Interceptor untuk Atasi Banjir

Ilustrasi sampah memenuhi sungai - DOK CDN

SAMARINDA – Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim), berencana membeli alat penyedot sampah atau Interceptor. Alat tersebut untuk mengatasi permasalahan sampah di sungai.

Sampah tersebut menjadi salah satu penyebab banjir yang melanda di sejumlah wilayah di provinsi tersebut. Interceptor merupakan alat terapung baru, yang berfungsi untuk menangkap sampah di sungai. Alat tersebut telah diproduksi di Negara Belanda.

Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi mengatakan, alat tersebut sudah diuji coba di Jakarta. Hasilnya, terbukti bisa menyedot sampah- sampah di sungai. Oleh sebab itu, Pemprov Kaltim berencana untuk melakukan pengadakan alat tersebut.

Harapannya, alat tersebut bisa membantu langkah antisipasi musibah banjir yang terjadi di wilayah Kaltim. “Nantinya akan ditindaklanjuti untuk diadakan di Kaltim,” tegas Hadi.

Penggunaan Interceptor menurut Wagub, hasilnya sangat maksimal untuk membersihkan sampah-sampah di sungai maupun di laut. “Hasil uji coba di Jakarta kelihatan efektif dalam membersihkan sampah. Mengapa tidak kita manfaatkan kalau harganya murah. Tahun ini kita tindaklanjuti untuk membelinya, minimal dua unit,“ kata Hadi Mulyadi.

Cara kerja Interceptor adalah, memandu sampah plastik ke haluannya. Kemudian sampah dibawa conveyor belt ke perut kapal untuk ditampung. Interceptor mengirimkan pesan teks ke operator lokal, untuk datang dan mengosongkan kapal ketika sampah sudah penuh. (Ant)

Lihat juga...