Pemprov NTT Selidiki Dugaan Penyekapan PMI di Malaysia

KUPANG – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengutus empat orang ke Malaysia untuk mengecek kebenaran adanya informasi yang menyebutkan ada beberapa pekerja migran asal NTT yang diduga disekap di negara tersebut.

“Saya sudah utus kepala dinas tenaga kerja dan tiga orang stafnya untuk berangkat ke Malaysia, untuk mengecek dan menyelidiki kebenaran informasi tersebut,” kata Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi, di Kupang, Kamis (2/1/2020).

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan informasi yang beredar, bahwa beberapa warga NTT yang juga pekerja migran disekap di negeri jiran tersebut, dan meminta pertolongan untuk dikembalikan ke NTT.

Ia menyebutkan, bahwa Kadis tenaga kerja dan sejumlah stafnya itu sudah berangkat sebelum akhir Desember 2019. Keberangkatan tersebut hanya untuk mengecek saja, dan mencari tahu jika benar disekap, maka apa penyebabnya.

“Nanti kita tunggu informasi saja, saat ini masih ditelusuri, kalau mereka sudah pulang baru saya sampaikan info selanjutnya,” tambah dia.

Sementara itu Dir Krimum Polda NTT, Kombes Pol Yudi Sinlaeloe, kepada wartawan di Kupang juga mengatakan, pihaknya juga mengutus satu orang tim untuk ikut menyelidiki kasus tersebut.

Seorang anggota yang dikirim ke Malaysia itu adalah Brigadir Kepala (Bripka) Rudy Soik, yang pada 2014 lalu sempat viral karena melawan pimpinannya di Polda berkaitan dengan kasus perdagangan orang.

“Cukup kirim Rudy Soik saja, dia yang terbaik, dan ini saatnya pembuktian dia untuk menunjukkan, bahwa dia orang yang tepat penanganan kasus ini,” tambah dia.

Kasus tersebut, kata Yudi, juga belum dilaporkan ke Polda NTT. Maka dari itu, untuk melakukan penyelidikan pihaknya bersinergis dengan pemerintah NTT untuk berangkat ke daerah itu.

“Itu kan anggarannya besar, kita nebeng sajalah dengan Pemprov NTT. Seharusnya ada wartawan juga yang dilibatkan untuk meliput kebenaran informasi itu,” tutur dia. (Ant)

Lihat juga...