Pendamping Desa Sehat di Purbalingga Peroleh Tambahan Honor

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURBALINGGA – Para tenaga pendamping Desa Sehat Mandiri di Kabupaten Purbalingga pada awal tahun ini memperoleh tambahan honor dari Pemkab Purbalingga, sebesar Rp 120.000 per bulan. Tambahan honor tersebut merupakan uang transport yang dialokasikan dari APBD.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi, mengatakan, peran tenaga pendamping Desa Sehat Mandiri ini sangat penting, karena mereka merupakan penggerak masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan.

Sekaligus melakukan edukasi secara terus-menerus tentang pola hidup sehat dan selalu siap membantu masyarakat dalam hal kesehatan.

“Mengingat pentingnya peran tenaga pendamping ini, maka sudah seharusnya mereka mendapat perhatian tentang kesejahteraan. Dan awal tahun ini, kita bisa memberikan tambahan uang transport bagi mereka,” kata Bupati Tiwi, Senin (27/1/2020).

Lebih lanjut Bupati menyampaikan, jumlah tenaga pendamping Desa Sehat Mandiri di Kabupaten Purbalingga total ada 235 orang. Selama ini mereka mendapatkan honor dari masing-masing desa yang didampinginya.

Honor tersebut berasal dari Dana Desa dan tiap desa mengalokasikan anggaran yang berbeda-beda. Ada yang menerima honor Rp 700.000 per bulan, namun ada juga yang hanya menerima Rp 400.000 per bulan. Dan mulai tahun ini, mereka semua mendapat tambahan honor dari Pemkab Purbalingga Rp 120.000 per bulan.

Bupati yang biasa disapa Tiwi ini mengatakan, pemberian tambahan uang transport ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan tenaga pendamping yang ada di desa-desa. Dan Bupati juga menjanjikan tambahan insentif bagi pendamping yang mampu menunjukkan kinerja dengan baik.

“Secara berkala Dinas Kesehatan juga akan memantau kinerja para tenaga pendamping, sehingga bagi yang mempunyai loyalitas tinggi dan mampu bekerja dengan baik, kita akan berikan tambahan insentif,” tuturnya.

Tiwi berharap, para tenaga pendamping mampu menjalin kerjasama dengan berbagai pihak, terkait dengan program kesehatan.

Keberadaan mereka memang merupakan bagian dari Dinas Kesehatan, namun karena surat penugasan diberikan oleh kepala desa atau lurah, maka mereka mempunyai kewajiban untuk mendukung program-program kesehatan di desanya masing-masing.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purbalingga, drg. Hanung Wikantono mengatakan, Dinas Kesehatan dan Puskesmas tidak bisa bekerja sendiri dalam melaksanakan pembangunan kesehatan di Kabupaten Purbalingga. Karena itu, keberadaan para pendamping Desa Sehat Mandiri sangat diperlukan.

“Para tenaga pendamping desa ini mempunyai tugas untuk membuat laporan secara berkala dan dari laporan tersebut kita bisa memantau perkembangan tingkat kesehatan tiap desa. Mereka juga membantu Dinas Kesehatan dalam mengimplementasikan program-program di lapangan,” terangnya.

Lihat juga...