Penemuan Busur dan Anak Panah Gegerkan Warga Kebumen

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

KEBUMEN – Warga Desa Waluyorejo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen digegerkan dengan penemuan busur panah, lengkap dengan 20 anak panah.

Meskipun pada akhirnya benda tersebut dinyatakan bukan termasuk senjata tajam, namun jajaran Polres Kebumen mengapresiasi warga yang berinisiatif melaporkan penemuan benda mencurigakan ke polisi.

“Kita mengapresiasi warga yang pro aktif melaporkan penemuan benda-benda yang mencurigakan ke polisi. Sekaligus kita juga mengimbau agar warga tidak mudah menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya,” kata Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan, Sabtu (18/1/2020).

Busur panah dan 20 anak panah tersebut berada dalam sebuah karung di depan rumah Waliyah, salah satu warga di Desa Walurejo. Beberapa warga yang merasa curiga kemudian meminta Waliyah untuk membuka karung tersebut. Dan ditemukan busur serta 20 anak panah.

“Saat dibuka karung tersebut berisi beberapa jenis yang menyerupai senjata tajam. Ada busur panah dan anak panah, senjata tajam jenis Kujang, topeng dan sumpit atau tulup. Karena kita anggap tidak lazim, akhirnya kita melapor ke Polsek Puring,” kata Waliyah.

Kasubbag Humas Polres Kebumen, Iptu Tugiman menjelaskan, saat ini benda-benda yang dianggap meresahkan warga tersebut sudah diamankan di Polsek Puring. Dan dari hasil pemeriksaan, benda-benda tersebut bukan termasuk kategori senjata tajam. Bentuknya memang menyerupai senjata tajam, namun anak panahnya tumpul dan tidak ada sisi tajamnya.

Kasubbag Humas Polres Kebumen, Iptu Tugiman, Sabtu (18/1/2020) di kantornya. Foto: Hermiana E. Effendi

“Jadi benda-benda tersebut merupakan hiasan dinding yang kemungkinan dibuang oleh pemiliknya. Yaitu berupa busur panah yang terangkai dari kayu serta bambu, 20 anak panah yang ujungnya tidak tajam, kayu tempat menaruh anak panah, dua buah topeng hiasan dinding dan satu buah sumpit beserta anak sumpitnya,” terangnya.

Sesuai dengan arahan Bapak Kapolres, lanjut Iptu Tugiman, apapun laporan yang masuk harus segera ditindaklanjuti oleh petugas. Sehingga hal-hal yang berpotensi meresahkan warga, bisa segera diantisipasi dan diatasi.

“Hasil dari pemeriksaan barang-barang tersebut juga langsung kita teruskan kepada warga, supaya tidak timbul cerita-cerita yang meresahkan. Kita juga mengimbau warga untuk jangan ragu melaporkan apapun yang dianggap mencurigakan,” pungkasnya.

Lihat juga...