Pengembangan Wisata Sungai Serayu Disokong Dana Rp12 Miliar

Editor: Makmun Hidayat

PURWOKERTO — Sungai Serayu yang melintas di Kabupaten Banyumas mempunyai potensi yang luar biasa, namun selama ini belum tergarap dengan maksimal. Dan tahun ini, Kabupaten Banyumas berhasil mendapatkan bantuan dari APBN sebesar Rp12 miliar untuk pengembangan wisata di Sungai Serayu.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, pengembangan wisata di Banyumas bagian selatan termasuk Sungai Serayu mulai di lakukan tahun ini. Dengan gelontoran dana APBN Rp12 miliar, pemkab akan membangun empat dermaga di sepanjang Sungai Serayu. Dermaga tersebut berlokasi di Desa Tambaknegara, Sokawera, Papringan dan Srowot.

“Jadi kita akan bangun empat dermaga, satu river pass dan pengadaan perahu wisata serta patroli. Sehingga nanti, masyarakat bisa makan malam di atas perahu dan menyusuri Sungai Serayu. Untuk konsepnya seperti wisata sungai di Bangkok,” kata Bupati, Rabu (15/1/2020).

Bupati Banyumas, Achmad Husein, Rabu (15/1/2020) di salah satu hotel Purwokerto. -Foto: Hermiana E. Effendi

Lebih lanjut Husein menjelaskan, untuk tahun ini akan mulai dilakukan pembebasan tanah dan pembangunan dermaga secara bertahap. Ditargetkan dalam dua tahun, pembangunan wisata Sungai Serayu sudah selesai.

Untuk pembangunan satu titik dermaga dialokasikan anggaran Rp2,5 miliar. Dan rute untuk wisata Sungai Serayu ini dimulai dari Bendung Gerak Serayu di Kecamatan Rawalo hingga ke Desa Srowot, Kecamatan Banyumas. Panjang rute diperkirakan lebih dari 10 kilometer.

Terkait perizinan, menurut Bupati semua sudah selesai, termasuk dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak yang mempunyai kewenangan atas Sungai Serayu.

“Tujuan kita adalah menghidupkan wisata Sungai Serayu, selama ini hanya ada satu event sepanjang tahun di Sungai Serayu dan event tersebut juga kurang maksimal. Sehingga dengan pembangunan empat dermaga ini, diharapkan akan mampu mendongkrak wisata Sungai Serayu,” tuturnya.

Menanggapi rencana pembangunan empat dermaga tersebut, Ketua Paguyuban Masyarakat Serayu, Eddy Wahono mengatakan, pihaknya bersama masyarakat di sepanjang Sungai Serayu sudah lama mengharapkan adanya dermaga di Sungai Serayu. Selain untuk meramaikan wisata, juga dimaksudkan untuk mengurangi kegiatan penambangan pasir liar di Sungai Serayu.

“Kita dari Paguyuban Masyarakat Serayu sudah sejak tahun 1998 mengharapkan ada pengembangan wisata serius di Sungai Serayu, karena potensi keindahan Sungai Serayu sangat luar biasa,” terangnya.

Disinggung tentang kemungkinan merusak ekosistem Sungai Serayu atas pembangunan dermaga tersebut, Eddy Wahono mengatakan, tidak mengkhawatirkannya, sebab yang lebih mengkhawatirkan adalah aktivitas penambangan liar. Jika wisata Sungai Serayu berkembang, maka akan mengurangi aktivitas penambangan pasir liar.

Lihat juga...