Pengungsi Senang Dapat Hiburan Yayasan Ibu Tien Soeharto

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LEBAK – Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK) Siti Hartinah Soeharto, mengunjungi langsung posko pengungsian korban banjir Lebak Banten yang berlokasi di Depo Pendidikan Latihan Pertempuran (Dodiklatpur) Rindam III Siliwangi, Kabupaten Lebak, pada Jumat (10/1/2020).

Di sana, YDGRK bersama Purna Pasukan Utama Kirab Remaja Nasional menyalurkan kebutuhan logistik para pengungsi, seperti beras, telur, mie instan, dan baju layak pakai. Mereka juga turut menghibur para pengungsi, khususnya anak-anak.

“Alhamdulillah kita bisa berkumpul dan berbagi dengan para korban. Tentu kami prihatin dan berdoa, semoga musibah ini segera berakhir, sehingga mereka dapat kembali menjalani kehidupan seperti biasanya,” ujar Ali Wathoni, staf YDGRK Siti Hartinah Soeharto, kepada Cendana News di lokasi.

Di lokasi yang sama, Komandan Dodiklatpur, Letkol Infantri Ageng Wahyu Ramadhan, menyambut baik kedatangan rombongan YDGRK. Ia pun berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan kepada para pengungsi.

Komandan Dodiklatpur, Letkol Infantri Ageng Wahyu Ramadhan, menerima rombongan Yayasan Dana Gotong Royong Kemanusiaan (YDGRK) Siti Hartinah Soeharto di lokasi pengungsian, Jumat (10/1/2020) – Foto: Amar Faizal Haidar

“Hingga saat ini, tercatat ada 659 jiwa yang mengungsi di Dodiklatpur. Dan beberapa hari ke depan jumlah pengungsi akan bertambah sekitar 800 jiwa. Kami tidak membatasi jumlah pengungsi yang datang. Berapa pun kami terima,” terang Letkol Ageng.

Posko pengungsian Dodiklatpur menyediakan sembilan barak yang telah dilengkapi dengan ranjang, kasur, bantal dan selimut. Setiap barak sanggup menampung 100 orang. Selain itu, disana juga tersedia dapur, ruang belajar anak, serta aula yang bisa digunakan untuk menonton film.

“Kami maksimalkan semua yang kami punya. Kami juga tidak ingin hanya memastikan mereka bisa tidur, tapi kami ingin menghadirkan keceriaan di hati mereka, kami hadirkan hiburan-hiburan, seperti pemutaran film setiap hari,” ungkap Letkol Ageng.

Sementara itu, salah seorang pengungsi, Madhowi (35) asal Kampung Cigobang, mengaku sangat bersyukur bisa sampai di pengungsian Dodiklatpur. Madhowi mengatakan sebelumnya, ia bersama 10 orang keluarganya mengungsi di hutan.

Madhowi (35) salah seorang pengungsi banjir asal Kampung Cigobang, saat dijumpai Cendana News di lokasi pengungsian, Jumat (10/1/2020) – Foto: Amar Faizal Haidar

“Alhamdulillah sekarang kondisinya sudah lebih baik. Bantuan telah kami terima. makanan ada, pakaian ada dan sebagainya. Waktu di hutan bantuan susah kami terima,” ungkap Madhowi.

Lihat juga...