Penjualan Kursi Ban Bekas di Sikka, Meningkat

Editor: Koko Triarko

Sementara itu Aris Nugroho, salah seorang perajin kursi ban mobil bekas mengaku penjualannya meningkat menjelang hari raya Natal 2019 dan mendekati akhir 2019.

“Penjualan memang meningkat, dalam sebulan bisa mencapai 10 set, bahkan 20 set kalau bahan baku tersedia. Sudah banyak masyarakat yang tertarik membeli kursi ini,” ujarnya.

Menurut Aris, perajin kursi dan meja dari ban bekas di Maumere hanya ada satu – dua orang saja, sementara lebih banyak perajin memilih membuat pot bunga dari ban mobil bekas.

“Kalau membuat kursi dan meja dari ban mobil bekas hanya satu dua orang saja, karena sulit mengerjakannya. Kualitas kursi dan meja saya lebih bagus dan pengerjaannya rapi, sehingga banyak yang beli,” terangnya.

Namun, Aris mengaku terkendala modal sehingga belum bisa memenuhi pesanan dari luar kabupaten Sikka, karena ketersediaan bahan baku terbatas, sehingga harus didatangkan dari luar kabupaten Sikka.

“Kalau modal saya banyak, saya bisa beli ban bekas dari luar kabupaten Sikka, sebab berapa pun hasil produksinya pasti laku. Ada pembeli yang memborong lima hingga sepuluh set dan mereka menjual kembali,” tuturnya.

Untuk penjualan, tambah Aris, paling banyak pembeli menyukai kursi berukruan kecil, karena disesuaikan dengan ruang tamu rumahnya yang tidak teralu luas, sementara untuk ukuran besar banyak kalangan manengah ke atas yang membelinya.

Lihat juga...