Penyandang Disabilitas di Kota Bekasi Mendapat Sosialisasi Budidaya Tanaman

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Penyandang disabilitas di Kota Bekasi Jawa Barat,  mendapat sosialisasi khusus tentang tata cara teknik budidaya tanaman holtikultura jenis sayur-sayuran melalui sistem hidroponik. 

“Sosialisasi ini, teknis budidaya hultikultura seperti sayuran melalui sistem hidroponik sengaja dikhususkan bagi penyandang disabilitas di Kota Bekasi,” ungkap Sadiah Rahma, Ketua 2 Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kota Bekasi, Senin (20/1/2020).

Sosialisasi tersebut berlangsung di Jalan Duku 1 Perum Harapan Baru 1, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Bekasi Barat. PPDI selama ini konsen memberikan bimbingan dan motivasi bagi penyandang disabilitas.

Kali ini mereka menggandeng salah satu perusahaan swasta dalam upaya meningkatkan produktivitas masyarakat penyandang disabilitas  khususnya di bidang pertanian modern yakni melalui teknik hidroponik yang lazim dilakukan di wilayah perkotaan.

“Kita bertujuan mengenalkan tanaman hidoponik, dalam rangka memotivasi teman-teman penyandang disabilitas bahwa mereka juga bisa mengembangkan budidaya sayur melalui sistem hidroponik,” papar Sadiah, selaku koordinator.

Menurutnya bercocok tanam dengan cara modern melalui sistem hidroponik tengah dikembangkan di wilayah Kota Bekasi dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah. Sistem budidaya hidroponik tersebut cukup menjanjikan dan  bisa dikerjakan oleh penyandang disabilitas berat sekalipun.

Rahma, berharap kalangan penyandang disabilitas di Kota Bekasi ikut mengembangkan budidaya tersebut. Karena hidroponik saat ini menjadi trend baru dalam hal wirausaha.

“Tidak memerlukan waktu lama sistem hidroponik bisa memberi hasil bagi pelakunya. Dari sisi harga jual dan permintaan sayuran pun terus stabil, karena sudah menjadi kebutuhan,” tukasnya.

Hal lain melalui teknik tersebut, penyandang disabilitas secara tidak langsung sudah membantu program pemerintah mengurangi pengangguran, menciptakan lapangan pekerjaan untuk diri sendiri.

Dalam kesempatan itu dia juga meminta pihak pengelola hidroponik di Kota Bekasi seperti perkumpulan tingkat RT/RW yang membudidayakan hidroponik bisa mengajak turut serta penyandang disabilitas. Sehingga mereka bisa merasa diperhatikan.

“Mudah-mudahan melalui sosialisasi ini bisa menjadi inspirasi dan perhatian di Kota Bekasi agar dalam budidaya hidroponik yang tengah dikembangkan bisa melibatkan penyandang disabilitas,” ucapnya.

Lihat juga...