Perbaikan Bendungan Air Baku Lahat Menunggu Debit Air Turun

Sampah tanaman tampak menumpuk di pintu Bendungan Air Baku Lahat pasca banjir – Foto Ant

PALEMBANG – Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII menyebut, masih harus menunggu debit air Bendungan Air Baku di Kabupaten Lahat turun, jika akan memperbaiki tanggul yang rusak.

Kerusakan bendung air baku terjadi akibat dilanda banjir dua kali. Kepala BBWS Sumatera VIII, Birendrajana mengatakan, rusaknya tanggul bendungan sepanjang 200 meter, diakibatkan peningkatan debit air yang cukup ekstrem pada 30 Desember 2019 dan 12 Januari 2020. “Memang curah hujan saat itu tinggi sehingga debit airnya naik sampai meluas ke permukiman, tapi untuk tubuh bendungan sendiri masih bagus,” ujar Birendrajana, Kamis (16/1/2020).

Menurutnya, derasnya air yang melewati bendungan saat banjir juga membawa sampah-sampah tanaman dari sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Lematang. Sampah tercatat sampai menutup pintu air. Sementara waktu, pihaknya fokus membersihkan sampah-sampah yang menumpuk tersebut. Hal itu dilakukan, sembari menunggu debit air turun. Kondisi sampah yang menutupi intake, dapat membahayakan jika tidak dibersihkan. “Kami sudah kirim eskavator dan personel, nanti kalau air sudah surut langsung diperbaiki,” tambahnya.

Saat ini BBWS juga sudah menemui Pemkab Lahat, untuk mengkoordinasikan upaya antisipasi banjir, dan penanganan kerusakan bendungan. Bendungan Air Baku saat ini menjadi pemasok air untuk PDAM Tirta Lematang. “PDAM di sana (Lahat) sempat menghentikan operasi beberapa hari karena sedimentasi yang sangat tinggi dan keruh,” kata Birendrajana.

Mengenai antisipasi selama musim hujan, BBWS VII juga telah menyiagakan satgas, yang akan memantau infrastruktur air di seluruh Sumsel. (Ant)

Lihat juga...