Perburuan Poin Indonesia Triathlon Series 2020 Dimulai dari Palembang

Wakil Ketua Pelaksana Palembang Triathlon 2020, Liza Sako (tengah) memberikan keterangan persiapan Indonesia Triathlon Series 2020 di Jakarta, Sabtu (11/12/2020) – Foto Ant

JAKARTA – Palembang, menjadi kota pertama tuan rumah Indonesia Triathlon Series (ITS) 2020. Di Kota Empek-Empek, perburuan poin bagi peserta kejuaraan yang mempertandingkan tiga cabang olahraga itu dimulai.

“Poin yang didapat di Palembang dan seri-seri berikutnya nantinya dikumpulkan untuk menentukan langkah ke jenjang berikutnya,” kata Wakil Ketua Pelaksana Palembang Triathlon 2020, Liza Sako, di Jakarta, Sabtu (11/1/2020).

Sesuai dengan jadwal yang dikeluarkan penyelenggara, ITS 2020 seri Palembang akan dipusatkan di kompleks Jakabaring Sport City, pada 22 Februari. Kejuaraan yang mempertandingkan lari, renang dan bersepeda itu, akan melintasi ikon Palembang seperti jembatan Ampera.

Selain di Palembang, ITS 2020 akan digelar di lima kota lain, yaitu Jakarta, Mandalika Nusa Tenggara Barat, Pariaman Sumatera Barat, Belitung, dan Bandung Jawa Barat. Demi menyukseskan kejuaraan yang sudah masuk penyelenggaraan di tahun kedua, panitia terus mempersiapkan kegiatannya. Salah satu yang dilakukan adalah, mengupayakan lintasan triathlon terutama Jembatan Ampera steril saat kejuaraan berlangsung. “Memang Jembatan Ampera itu yang menarik yang buat orang-orang, tapi tidak gampang juga untuk mensterilkan jembatan tersebut,” tandas Liza.

Terkait dengan peserta, ditargetkan jumlahnya lebih banyak dibandingkan pada edisi 2019. Pada ITS 2020 seri Palembang ditargetkan jumlah peserta menembus angka 500 orang. Kejuaraan sebelumnya hanya diikuti 400 orang peserta. “Kejuaraan ini dibagi dalam beberapa kategori mulai pemula, profesional hingga komunitas,” jelas Liza.

Manajer Timnas Triatlon, Akbar Nasution mengatakan, pihaknya akan memaksimalkan keberadaan atlet profesional yang ada. Apalagi, kejuaraan ini ada poin untuk melangkah ke jenjang kejuaraan berikutnya. “Karena di sini (ITS) para atlet akan memiliki poin sistem, dan ada database yang mulai terbentuk, sehingga nanti ada seleksi yang fair untuk para atlet bersaing di jenjang lebih tinggi,” kata mantan atlet renang nasional itu. (Ant)

Lihat juga...