Periksa Kesehatan Sejak Dini Cegah Penyakit Kronis

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur dan sejak usia dini, ternyata menjadi salah satu cara untuk menghindari penyakit tidak menular yang kronis. Dan, umur 17 tahun dianggap sebagai titik awal yang paling tepat untuk melakukannya. 

Dokter Hendro Purnomo menyatakan, bahwa dengan gaya hidup yang tidak teratur yang menjadi bagian dari mayoritas masyarakat, maka melakukan pemeriksaan kesehatan sejak dini merupakan salah satu cara untuk terhindar dari penyakit kronis.

“Dari hasil pemeriksaan para pasien selama ini, terlihat sudah ditemukan gejala penyakit tidak menular pada usia yang lebih dini dibandingkan periode sebelumnya,” kata Hendro, saat ditemui di sela kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat di area CFD Pemuda Rawamangun, Jakarta, Minggu (26/1/2020).

Ia menyatakan, beberapa pasien yang mengalami gejala memiliki umur antara 20 hingga 25 tahun.

“Dengan gaya hidup yang ada di masyarakat saat ini, terkadang pada umur dini sudah ditemukan gejala penyakit seperti diabetes maupun hipertensi. Walaupun jarang, tapi ada. Mungkin banyak kasusnya, hanya di umur segitu, biasanya orang malas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Menurutnya, mayoritas gejala terpantau pada umur di atas 30 tahun ke atas. Terutama pada rentang 40 tahunan.

“Tidak tertutup kemungkinan ditemukan di bawah umur 17 tahun, ada gejala diabetes atau hipertensi. Karena pola makan dan gaya hidupnya lebih anak sekarang yang jarang melakukan aktivitas, dan juga makanan yang kurang sehat,” ungkapnya.

Aktivitas padat dari anak-anak saat ini dan makanan yang lebih cenderung pada makanan cepat saji, membuat gejala-gejala penyakit kronis muncul pada usia yang lebih dini.

“Pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan seminggu sekali atau pada yang mengalami gejala, bisa dilakukan tiga kali sehari. Terutama untuk pemeriksaan tekanan darah. Karena tekanan darah ini bisa naik dan turun secara cepat,” ucap pria yang sehari-hari bertugas di RSB Sunda Kelapa ini.

Untuk menjaga kesehatan, Hendro menegaskan pentingnya memadukan aktivitas fisik dan pola makan sehat.

“Untuk yang belum mengalami sakit seperti diabetes atau hipertensi, pola makan sehat yang biasa yang digabungkan dengan aktivitas fisik, sebenarnya cukup untuk menjaga kesehatan,” urainya.

Misalnya, jika untuk penderita diabetes harus diet karbohidrat, maka untuk yang bukan penderita hanya cukup menjaga asupan yang sesuai dengan aktivitas fisiknya.

“Kalau pekerja berat, artinya akan membutuhkan porsi yang lebih besar dibandingkan pekerja yang hanya dalam ruangan. Intinya, konsumsi sesuai dengan kebutuhan,” pungkasnya.

Lihat juga...