Permintaan Kerang dan Rumput Laut di Lamsel, Meningkat

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Awal tahun menjadi berkah bagi pembudidaya rumput laut jenis spinosum (Eucheuma spinosum) dan kerang hijau di Lampung Selatan. Selain kerang hijau yang dibudidayakan, jenis kerang lain di perairan Dusun Suka Bandar, Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, juga  melimpah.

Sanuri, pembudidaya rumput laut, menyebut permintaan mencapai 2 ton per bulan. Permintaan yang meningkat pada awal tahun, menurutnya banyak berasal dari pabrik dan pemilik usaha kuliner.

Sebagai tanaman laut yang bisa dipanen usia 40 hari, permintaan paling dominan berasal dari pemilik usaha kuliner di Jalan Lintas Timur. Rumput laut yang sudah dijemur selanjutnya disimpan sebelum pemesan mengambil ke lokasi usahanya.

Rumput laut kering hasil budi daya, menurutnya kini dijual seharga Rp10.000 per kilogram. Harga tersebut cenderung naik dari semula yang hanya Rp7.000 per kilogram.

Sanuri, pembudidaya rumput laut jenis spinosum di Dusun Suka Bandar, Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Sabtu (18/1/2020). -Foto: Henk Widi

Pengepul kerap membeli rumput laut kering memenuhi permintaan sejumlah warung makan. Sebab, rumput laut kerap menjadi bahan utama pembuatan minuman es buah. Sebagian dikirim ke pabrik untuk pembuatan agar-agar.

“Pembudidaya rumput laut mulai bergairah, karena permintaan skala kecil hingga industri terus mengalir, usaha kuliner yang marak di sepanjang Jalan Lintas Timur sekaligus mendorong permintaan rumput laut secara berkelanjutan,” papar Sanuri, saat ditemui Cendana News tengah menjemur rumput laut miliknya, Sabtu (18/1/2020).

Rumput laut spinosum, menurut Sanuri banyak diminati untuk pembuatan es buah. Sebab, jenis spinosum lebih kecil dibandingkan rumput laut Katoni (Eucheuma Cootonii). Selain itu, harga lebih murah karena jenis Katoni bisa dibeli oleh pemilik usaha kuliner seharga Rp15.000.

“Rasa yang lebih renyah sekaligus membuat permintaan rumput laut spinosum cukup tinggi memberi keuntungan,” katanya.

Pembudidaya lain bernama Amran Hadi, menyebut rumput laut jenis spinosum banyak dibudidayakan di pantai Legundi. Pemilik sekitar 200 jalur itu mengaku bisa memanen sekitar 2 ton sekali panen, memasuki usia satu bulan lebih.

Setelah dijemur ia bisa menghasilkan sekitar 1,5 ton rumput laut kering. Permintaan dari pabrik, menurutnya hanya bisa dipenuhi 1 ton per musim. Sebab, sebagian dibeli oleh pemilik usaha kuliner.

“Jelang bulan Ramadan, permintaan rumput laut kering meningkat karena dijadikan bahan makanan dan minuman,” beber Amran Hadi.

Amran Hadi menyebut, dengan harga jual Rp10 ribu ia bisa memperoleh hasil Rp15 juta untuk satu ton. Selain membudidayakan rumput laut jenis spinosum, ia juga mengembangkan kerang hijau (Perna viridis).

Jenis kerang hijau, menurutnya memiliki harga yang sama Rp10.000 per kilogram. Meski demikian, butuh waktu 6 bulan untuk memanen kerang hijau sehingga tidak selalu ada.

Sebagai alternatif kerang jenis putih, bulu banyak diperoleh dari perairan tersebut. Rasadah, pengepul kerang mengaku membeli dari pencari dengan sistem cudik. Proses menyudik dengan alat serokan akan mendapatkan jenis kerang hijau, kerang bulu dan kerang putih. Sebanyak puluhan pencari kerang rata-rata mendapatkan 20 hingga 50 kilogram sekali pencarian.

“Saya beli untuk dikumpulkan, lalu dijual ke sejumlah rumah makan dan warung penyedia menu kerang,” beber Rasadah.

Rasadah menyebut, harga kerang bulu kerang putih dan kerang hijau mencapai Rp10.000 per kilogram. Harga sebelumnya hanya Rp4.000, sehingga menguntungkan pencari kerang.

Harga yang naik, menurutnya merupakan imbas dari kondisi cuaca didominasi angin kencang dan gelombang tinggi. Harga kerang yang sudah dikupas jenis kerang putih bisa mencapai Rp40.000 per kilogram.

Kerang putih, menurutnya banyak diolah menjadi sate, direbus dan dicocol dengan sambal. Permintaan yang tinggi dari sejumlah rumah makan penyedia menu boga bahari (seafood) mencapai 5 kuintal per hari.

Selain di sejumlah rumah makan di tepi Jalan Lintas Timur, warung makan di sejumlah objek wisata menyediakan menu kerang. Selain kerang, pembeli sekaligus mencari rumput laut untuk bahan minuman.

Bagi yang menginginkan kerang hijau harus menanti hingga Juni, sebab kerang dibudidayakan pada awal tahun ini. Meski demikian, dalam proses pencarian kerang putih dengan proses menyudik, kerang hijau kerap diperoleh. Sejumlah usaha kuliner yang makin banyak menjadi peluang bagi pencari dan pengepul kerang. Sehari rata-rata 250 kilogram kerang dijualnya dengan omzet Rp2,5 juta.

Lihat juga...