Pertumbuhan Ekonomi Bogor Paling Tinggi di Jabodetabek

Sejumlah perempuan dari komunitas bank sampah menyelesaikan pembuatan kerajinan berbahan dasar daur ulang sampah di Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/9/2019). Kerajinan yang terbuat dari kertas koran bekas, plastik bekas, dan sampah tersebut diolah menjadi hiasan serta barang yang memiliki nilai ekonomi – Foto Ant

BOGOR – Kota Bogor dinilai sebagai kota mandiri, karena memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi paling tinggi di antara kota dan kabupaten lain di sekitar Ibu Kota Jakarta.

“Kota Bogor dinilai sebagai kota mandiri, karena tidak terlalu tergantung kepada Jakarta,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, mengutip hasil kajian IPB University melalui Pusat Pengkajian Perencanaan Pengembangan Wilayah (P4W), di Balai Kota Bogor, Kamis (16/1/2020).

Penelitian dari IPB tersebut untuk memetakan posisi dan peran Kota Bogor, sebagai bagian dari wilayah penyangga Ibu Kota Jakarta, serta dampak dari rencana pemindahan ibu kota negara. Menurut Bima Arya, hasil kajian yang disampaikan Kepala P4W IPB University, Ernan Rustiandi, kajian masih dalam tahap awal. Dan seharusnya masih ada kajian lanjutan.

Kajian tahap awal, untuk melihat posisi dan peran Bogor Raya, yakni meliputi Kota dan Kabupaten Bogor, sebagai daerah penyangga Jakarta. Dari kegiatan tersebut, P4W menyimpulkan ada dua aspek, yang pertama, melakukan pemetaan posisi, potensi, serta peluang pertumbuhan ekonomi di kawasan Bogor Raya secara keseluruhan.

Kemudian, melakukan pemetaan di Kawasan Bogor Raya pada aspek politis dan administratifnya. Bagaimana bentuk tata kelola pemerintahannya yang ideal. “Apakah perlu pemekaran, membentuk pemerintahan administratif yang baru, atau berkoordinasi mengembangkan potensi ekonominya,” tandas Bima.

Pada kajian tersebut, termasuk memetakan posisi dan peran Bogor Raya setelah ibu kota negara pindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur. “Apa yang seharusnya dilakukan Bogor Raya seiring dengan rencana pemindahan ibu kota negara,” sebutnya.

Menurut Bima, dari hasil kajian tersebut disimpulkan, Bogor tidak terlalu terpengaruh oleh pemindahan ibu kota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Hal itu dikarenakan, pertumbuhan ekonomi Bogor yang merupakan kota wisata dan jasa, banyak didukung oleh perekonomian rakyat. “Pertumbuhan penduduk di lokasi tertentu di Bogor juga sangat tinggi,” katanya tanpa merinci berapa prosentase pertumbuhan yang dimaksud. (Ant)

Lihat juga...