Petani Sikka Tanam Kelapa di Sabuk Hijau Waduk Napunggete

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Kementerian Pertanian melalui Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) NTT membagikan bibit kelapa dalam kepada kelompok tani di sekitar lokasi pembangunan waduk Napunggete di desa Ilimedo, kecamatan Waiblama, kabupaten Sikka, provinsi NTT.

Bantuan yang dibagikan di kantor Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Maumere tersebut diberikan kepada kelompok tani Mata Nara dan Hiro Heling desa Ilimedo, kecamatan Waiblama.

“Dua kelompok ini mendapatkan bantuan bibit kelapa dalam sebanyak 500 pohon. Tanaman kelapa ini akan kami tanam di areal sabuk hijau waduk Napunggete,” kata Antonius Toni, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Swadaya Ilimedo, kecamatan Waiblama, kabupaten Sikka, provinsi NTT, Rabu (15/1/2020).

Bibit kelapa dalam di kebun bibit Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian (IPPTP) Maumere yang dibagikan kepada kelompok tani desa Ilimedo, kecamatan Waiblama, kabupaten Sikka, provinsi NTT untuk ditanam di sabuk hijau waduk Napunggete, Rabu (15/1/2020). Foto: Ebed de Rosary

Dikatakan Toni sapaannya, areal vegetasi yang berada di sekeliling waduk akan ditanami kelapa yang juga berfungsi mencegah terjadinya erosi di lereng serta menjadi pembatas dengan lahan warga di sekitarnya.

Tanaman kelapa ini kata dia, juga ditanam guna mendukung kawasan waduk Napunggete yang sedang dalam tahap pembangunan yang nanti ke depannya akan dijadikan sebagai tempat wisata.

“Pihak waduk sudah bekerjasama dengan kelompok tani di desa Ilimedo sehingga nantinya kebun kelapa ini akan kami kelola. Selain buahnya yang tua bisa diambil untuk dijual, kelapa muda juga bisa dijual kepada wisatawan yang berkunjung nantinya,” ungkapnya.

Bibit kelapa dalam yang akan ditanam kata Toni merupakan bibit unggul dan berasal dari kecamatan Nita sehingga lebih mudah beradaptasi dengan iklim dan kondisi tanah di sekitar waduk Napunggete.

Selain tanaman kelapa sebutnya, pihaknya juga akan mendorong kelompok tani menanam tanaman perkebunan lain termasuk tanaman buah-buahan agar bisa bermanfaat bagi petani di sekitar waduk.

“Kalau tanaman sudah berbuah tentunya kelompok tani yang menanamnya bisa menikmati hasilnya. Para petani pun akan mendapatkan keuntungan lebih bila daerah waduk ini nanti menjadi salah satu tempat wisata,” tuturnya.

Inosensius Servianus Siga, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, NTT menyebutkan, pihaknya memfokuskan pengadaan bibit kelapa bantuan Balitbangtan NTT kepada dua kelompok tani di Desa Ilimedo untuk ditanam di areal green belt atau sabuk hijau waduk Napunggete.

Inosensius Servianus Siga, Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka, Provinsi NTT saat ditemui di kantornya, Rabu (15/1/2020). Foto: Ebed de Rosary

Ino sapaannya berharap dengan jumlah kelapa yang ditanam sebanyak 500 pohon tersebut tentunya kawasan waduk Napunggete akan menjadi sebuah lokasi hijau.

“Kalau kelapa ini tumbuh dan berkembang baik maka kawasan waduk Napunggete akan menjadi sebuah wilayah yang memiliki banyak kelapa dalam di kabupaten Sikka. Ini kan varietas lokal unggul yang sudah terkenal,” ujarnya.

Untuk tahun 2020 ini kata Ino, dinas Pertanian hanya mendapatkan bantuan bibit kelapa terbatas dan bantuan ini akan diprioritaskan bagi kelompok tani di pulau Besar yang berada di kawasan Teluk Maumere.

Dirinya beralasan di pulau tersebut tanahnya masih luas dan belum banyak terdapat tanaman kelapa sehingga diharapkan menjadi sebuah wilayah untuk pengembangan tanaman kelapa ke depannya.

Lihat juga...