Pojok Baca Mudahkan Program 15 Menit Membaca Buku Sebelum Belajar

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

LAMPUNG — Fasilitas pojok baca di setiap kelas memudahkan program 15 menit membaca buku sebelum belajar di SDN 1 Pasuruan Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel). Fasilitas perpustakaan khusus dengan ribuan koleksi buku tersebut merupakan salah satu upaya dalam mendukung budaya membaca.

Topan Haryono, Kepala SDN 1 Pasuruan menyebutkan, pada tahun pertama program membaca buku 15 menit di kelas, muridmengambil buku di perpustakaan. Langkah tersebut kurang efektif karena menghabiskan waktu.

“Solusi yang dipilih selanjutnya dengan membuat pojok baca di setiap kelas. Pojok baca akan diisi dengan jumlah buku menyesuaikan siswa di setiap kelas,” ungkap Topan Haryono saat ditemui Cendana News di perpustakaan SDN 1 Pasuruan, Kamis (23/1/2020).

Topan Haryono menyebut koleksi buku yang ada di perpustakaan, kelas masih kurang mencukupi. Namun penambahan akan dilakukan menyesuaikan kebutuhan siswa.

“Bantuan dari kampung literasi akan ditambah dengan kode buku khusus sehingga bisa dikembalikan saat sudah dibaca oleh siswa,” papar Topan Haryono.

Pembuatan pojok baca yang efektif di kelas diakui oleh Ana Ventalensi sebagai wali kelas 3. Ia menyebut murid dan guru tidak harus mengambil buku di perpustakaan.

Topan Haryono, kepala SDN 1 Pasuruan Kecamatan Penengahan Lampung Selatan memperlihatkan koleksi buku bacaan, Kamis (23/1/2020). Foto: Henk Widi

Ana Ventalensi menyebutkan, selama kegiatan membaca buku 15 menit, murid diwajibkan ada di dalam kelas. Setelah selesai akan dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Bagi murid yang telah selesai membaca buku selanjutnya bisa menulis resensi untuk diceritakan kembali sesuai waktu yang ditentukan.

Selain itu siswa bisa melanjutkan kegiatan membaca buku di taman sekolah.

“Ada fasilitas taman dengan bangku khusus sehingga siswa bisa membaca buku saat jam istirahat,” bebernya.

Ketua kelas menurutnya akan mendata buku yang disiapkan pada pojok baca. Sebab peminjaman ke perpustakaan akan dikoordinir untuk memudahkan pengembalian. Buku yang sudah pernah dipinjam akan didistribusikan ke kelas lain sehingga dalam satu bulan murid bisa membaca buku dari jenis yang berbeda.

“Cara tersebut dilakukan untuk menambah wawasan murid pada sejumlah buku dengan jenis yang berbeda,” pungkasnya.

Lihat juga...