Polisi Tangkap Empat Pencuri Besi Penyangga Tol di Bekasi

Editor: Koko Triarko

BEKASI – Polisi berhasil meringkus empat pelaku yang kerap melakukan aksi pencurian besi jalan Tol Jakarta-Cikampek dan tol Becakayu, Bekasi, pada Rabu (15/1/2020). Total pelaku pencurian ada enam orang yang melakukan aksinya pada dini hari. Dari jumlah tersebut, polisi berhasil menangkap empat pelaku dan dua lainnya, kabur.

“Dalam menjalankan aksinya, pelaku melakukan penyamaran dengan mengenakan rompi, seolah-olah pekerja proyek,” ungkap Kapolsek Bekasi Kota, Kompol Helmi, dalam konferensi pers, Jumat (17/1/2020).

Para tersangka yang berhasil diringkus berinisial AS alias Lala (34), OS (33), JES (30), DP alias Dower (30). Sementara dua pelaku lain atas nama Barus dan Marbun, kini tengah diburu polisi, salah satunya diketahui sebagai otak pencurian.

Kapolsek Bekasi Kota Kompol Helimi, memperlihatkan barang bukti alat yang digunakan dalam pencurian besi tol di Bekasi, Jumat (17/1/2020). –Foto: M Amin

Diketahui, besi yang menjadi sasaran pelaku pencurian ialah besi behel atau besi beton yang digunakan untuk konstruksi jalan tol.

“Pelaku dalam menjalankan aksinya jelang dini hari di dua tempat. Tempat pertama yang menjadi target ialah workshop proyek Becakayu yang berada di jalan KH. Noer Alie, kelurahan Jakasampurna, Bekasi Barat pada Selasa 31 Desember 2019,” tandas Helmi.

Setelah melakukan aksi di Tol Becakayu, para tersangka kemudian melakukan aksi yang di ruas Tol Japek KM 20 pada Rabu 15 Januari 2020. Besi penyangga cor tersebut dibawa menggunakan mobil pick up yang sudah disiapkan oleh para pelaku.

“Para pelaku berpura-pura dengan menggunakan rompi dan gunting baja untuk membuka pagar, mereka adalah kelompok yang sama,” jelas Helmi, didampingi Kabag Humas Polrestro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing.

Saat ini, mobil pickup diketahui hasil sewaan dan berisi besi hasil curian tersebut dikandangkan di Polsek Bekasi Kota, bersama gunting baja, rompi, sebagai barang bukti.

Akibat tindak pencurian ini, diperkirakan menimbulkan kerugian hingga Rp20 juta, sementara para tersangka dijerat pasal 363 KUHP ayat (1) butir 4 dan 5, dengan ancaman hukuman selama tujuh  tahun penjara.

Lihat juga...