Posyandu Pisang di Trirenggo Miliki Alat Kesehatan Modern

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Selain di bidang ekonomi, sejak 2017 Yayasan Damandiri juga rutin melakukan pemberdayaan di bidang kesehatan bagi masyarakat desa Trirenggo, Bantul. Salah satunya dengan menyalurkan bantuan alat kesehatan bagi puluhan Pos Pelayanan Kesehatan Terpadu (Posyandu) yang tersebar di setiap dusun. 

Pada 2019, Yayasan Damandiri melalui Koperasi Gemah Ripah Trirenggo, telah menyalurkan bantuan alat kesehatan bagi enam Posyandu Balita maupun Lansia. Bantuan tersebut berupa alat tensimeter digital yang berfungsi untuk mengukur tekanan darah.

Salah satu penerima bantuan alat kesehatan tersebut adalah Posyandu Pisang, di dusun Code, Sragan, Trirenggo. Memiliki sekitar 350 KK yang tersebar di lima wilayah RT, kegiatan Posyandu di dusun ini rutin digelar setiap dua minggu sekali, baik untuk Balita maupun Lansia.

Kader Posyandu Pisang, dusun Code, Sragan, Trirenggo, Bantul, Yogyakarta, Wartinah, saat ditemui, Jumat (24/01/2020). –Foto: Jatmika H Kusmargana

Salah seorang kader Posyandu Pisang, Wartinah, mengaku menerima bantuan alat tensimeter digital dari Yayasan Damandiri pada Desember 2019. Hingga saat ini, alat tersebut difungsikan sebagai alat ukur utama tekanan darah bagi warga, khususnya lansia maupun ibu hamil di dusun Code.

“Bantuan ini sangat berguna, karena menjadi alat utama untuk mengecek kesehatan warga, khususnya lansia. Sebelumnya kita sebenarnya sudah punya alat tensimeter, tapi masih model lama. Dengan alat yang lebih modern ini, tentu pengukuran menjadi lebih akurat, cepat dan mudah,” ungkapnya, saat ditemui di sela kegiatan Posyandu Pisang, Jumat (24/01/2020) sore.

Sebelum menerima bantuan alat tensimeter, Posyandu Pisang juga telah menerima bantuan alat kesehatan lainnya dari Yayasan Damandiri di tahun sebelumnya. Bantuan tersebut berupa alat timbangan digital, baik untuk bayi maupun orang dewasa.

Bantuan berupa alat timbangan ini diberikan Yayasan Damandiri, untuk mengganti alat timbangan model lama yang sudah kuno. Diharapkan dengan bantuan alat kesehatan ini, kegiatan Posyandu di tiap dusun dapat berjalan lebih baik. Sehingga, kualitas kesehatan masyarakat desa pun makin meningkat.

“Sebelum memiliki timbangan digital, kita masih memakai timbangan besi manual yang digantung. Sehingga kadang sulit untuk menimbang anak-anak. Dengan timbangan digital ini, proses penimbangan pun menjadi lebih mudah,” ungkapnya.

Lihat juga...