Produksi Biji Kopi di Rejang Lebong Meningkat

Penjemuran biji kopi oleh petani di Kabupaten Rejang Lebong – Foto Ant

REJANG LEBONG – Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu menyebut, produksi biji kopi dari daerah tersebut di 2019 mengalami peningkatan.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian dan Perikanan Rejang Lebong, M Yusup mengatakan, peningkatan hasil produksi biji kopi petani tersebut dampak dari penambahan luasan perkebunan baru. Penambahan produksi terjadi baik untuk jenis kopi robusta maupun arabika. “Untuk tanaman kopi robusta di 2019 total produksinya mencapai 17.795.010 kilogram (kg), jumlah ini lebih banyak dari 2018 lalu yang hanya sebanyak 15.739.920 kg. Sedangkan untuk kopi jenis arabika pada 2018 sebanyak 179.250 kg, naik menjadi 187.710 kg di 2019,” jelasnya.

Luas kebun rakyat untuk jenis kopi robusta di Kabupaten Rejang Lebong hingga akhir 2019 mencapai 23.103 hektare. Jumlahnya bertambah 66 hektare bila dibandingkan kondisi di 2018 lalu. Dari luasan kebun kopi robusta 23.103 hektare tersebut, tanaman yang sudah menghasilkan mencapai 19.482 hektare.

Sementara, 2.211,01 hektare tanamannya belum menghasilkan, karena baru ditanam. “Total produksi kopi jenis robusta yang dihasilkan petani di Kabupaten Rejang Lebong sepanjang 2019 lalu mencapai 17.795.010 kg atau rata-rata produksi per hektare 853,82 kg, dengan jumlah petani sebanyak 18.559 KK,” rincinya.

Sedangkan untuk kopi arabika, saat ini luasannya baru mencapai 519 hektare. Dengan empat haktare di antaranya merupakan perkebunan baru. Rinciannya luasan tanaman yang belum menghasilkan 286 hektare, dan tanaman yang sudah menghasilkan seluas 233 hektare. “Kopi arabika ini sepanjang 2019 lalu, produksinya mengalami peningkatan dari 179.250 kg menjadi 187.710 kg, dengan rata-rata produksi per hektare 797,38 kg, dengan tanaman kopi arabika ini dibudidayakan oleh 508 KK yang tersebar dalam beberapa kecamatan di Rejang Lebong,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...