Program DCML Beri Gairah Baru Penyelenggaraan PAUD di Trirenggo

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Sejumlah program pendidikan yang dijalankan Yayasan Damandiri diketahui mampu memberikan gairah baru dalam penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Desa Cerdas Mandiri Lestari Trirenggo Bantul.

Salah seorang pengelola PAUD, Rosalina Herawati dari PAUD Delima, dusun Klembon, Trirenggo Bantul saat memberikan keterangan kepada Cendana News, Selasa (21/01/2020). Foto: Jatmika H Kusmargana

Melalui Koperasi Gemah Ripah Trirenggo Bantul, Yayasan yang didirikan Jenderal Besar HM Soeharto ini rutin menjalankan program peningkatan kualitas pendidikan, baik itu peningkatan kapasitas SDM/tenaga pendidik hingga pemberian bantuan sarana pembelajaran.

Menurut salah seorang pengelola PAUD, Rosalina Herawati dari PAUD Delima, dusun Klembon, hal itu terbukti mampu meningkatkan kualitas sejumlah Satuan PAUD Sejenis (SPS) di Desa Trirenggo yang selama ini seolah mengalami pasang surut.

“Adanya program Yayasan Damandiri membuat guru-guru PAUD di Trirenggo ini bisa meningkatkan kualitas, dengan mengikuti pelatihan tingkat dasar. Termasuk saya sendiri. Sehingga kapasitas guru pun bisa meningkat,” ujarnya kepada Cendana News Selasa (21/01/2020).

Tak hanya itu, adanya bantuan Alat Peraga Edukatif (APE) yang diberikan Yayasan Damandiri ke sejumlah PAUD, seperti PAUD Delima, diketahui juga mampu mendorong semangat masyarakat untuk menyekolahkan anak-anaknya di tingkat PAUD.

“PAUD Delima ini merupakan SPS yang belum lama berdiri. Kira-kira baru berjalan kurang lebih setahun. Alatnya pun belum lengkap. Sehingga kegiatan hanya diisi dengan bermain dan bernyanyi,” katanya.

Namun, lanjut Rosa, dengan adanya bantuan APE yang diberikan Yayasan Damandiri, kini kegiatan belajar-mengajar di PAUD Delima pun bisa berjalan secara lebih berwarna. Membuat anak lebih betah dan tidak bosan untuk belajar.

“Kalau dulu kegiatan lebih banyak hanya bernyanyi dan bermain tanpa alat peraga. Sehingga anak mudah bosan. Tapi sekarang dengan adanya APE anak bisa bermain dengan alat peraga edukatif, sehingga mereka lebih senang dan antusias,” ungkapnya.

Adanya program Yayasan Damandiri itu dikatakan bahkan mampu mendongkrak jumlah siswa lebih banyak. Dimana siswa yang sebelumnya hanya berjumlah 7 orang kini telah bertambah hingga mencapai 21 orang.

“PAUD Delima ini merupakan SPS yang didirikan di tingkat dusun. Sehingga mayoritas muridnya juga berasal dari dusun Klembon. Karena keterbatasan tenaga pendidik yang hanya dua orang, maka kegiatan pembelajaran hanya dilakukan satu kali dalam seminggu. Lokasinya juga masih menggunakan salah satu rumah warga,” katanya.

Lihat juga...