Psikologi Pasar Global Terganggu Akibat Corona

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara mengungkapkan, penyebaran virus corona yang terjadi di Cina beberapa waktu belakangan ini telah berdampak cukup signifikan terhadap psikologi pasar global.

“Karena memang yang namanya psikologis pasar itu bergerak terus setiap saat, dan sangat tergantung pada isu apa yang sedang muncul. Nah sekarang ini virus corona dampaknya cukup signifikan,” terang Suahasil, Selasa (28/1/2020) di Gedung DPR RI, Jakarta.

Akibat psikologi pasar yang terganggu itu, Suahasil menyebut bahwa saat ini tingkat kepercayaan diri negara-negara mitra dagang Cina mengalami penurunan.

“Memang ada perkiraan-perkiraan penurunan pergerakan ekonomi dan itu mempengaruhi ekspektasi. Yang kita khawatirkan terjadi penurunan pertumbuhan yang benerannya,” tukasnya.

Indonesia sendiri selaku mitra dagang utama Cina masih terus memantau dan mengawasi perkembangan virus corona. Suahasil tidak mengatakan secara eksplisit apakah pemerintah akan mengambil langkah pembatasan ekspor impor komoditi dengan Cina, namun ia memastikan bahwa kesehatan domestik merupakan yang prioritas.

“Ini musti kita awasi terus, kira-kira untuk Indonsia apa dampaknya. Dan yang paling penting adalah kesehatan domestik,” paparnya.

Perlu diketahui bahwa hingga kini, harga minyak mentah yang paling terlihat dampaknya, yaitu turun lebih dari 2 persen, sekaligus menempatkannya sebagai posisi terendah pada hari Senin lalu. Hal itu disebabkan meningkatnya korban virus corona di China, sehingga penutupan sejumlah kota memperdalam kekhawatiran atas permintaan minyak.

Selanjutnya, minyak mentah Brent turun hingga US$ 1,36 per barel, atau 2,2 persen dan kini menjadi US$ 59,33 pada 0425 GMT. Hal itu setelah sebelumnya turun menjadi US$ 58,68, yang menempatkannya pada posisi terendah sejak akhir Oktober lalu.

Lihat juga...