Puluhan Siswa Adu Kreatif Desain Konstruksi Jembatan di ITN

Editor: Makmun Hidayat

MALANG — Puluhan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) beradu kreativitas untuk menghasilkan desain konstruksi jembatan yang paling kokoh dalam gelaran Lomba Konstruksi Jembatan (LKJ) yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil S1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang Education of Civil Engineering. Tidak hanya harus cerdas, mereka juga dituntut untuk lebih teliti dalam menyusun setiap kerangka jembatan yang mereka rekatkan. 

Ketua panitia, Wahyu Bangkit Pangestu Aji, menjelaskan, tujuan diselenggarakannya LKJ  untuk lebih mengenalkan dunia teknik sipil secara luas kepada para siswa, terutama siswa SMA yang memang tidak diajarkan tentang teknik sipil.

“Tujuannya agar siswa SMK, SMA sederajat bisa lebih mengetahui teknik sipil itu sebenarnya seperti apa. Khususnya pengetahuan tentang konstruksi jembatan, “jelasnya di gedung Hidrolika ITN, Selasa (21/1/2020).

Ketua panitia, Wahyu Bangkit Pangestu Aji, menjelaskan terkait penyelenggaraan LKJ di gedung Hidrolika ITN, Selasa (21/1/2020). -Foto: Agus Nurchaliq

Menurut Bangkit, kemungkinan besar bagi siswa SMK pelajaran terkait teknik sipil sudah biasa mereka terima. Tapi bagi siswa SMA tidak semua paham atau mengetahui tentang teknik sipil.

“Sepengetahuan saya di SMA memang tidak diajarkan sama sekali tentang teknik sipil tapi sudah banyak siswa SMA yang mengikuti ekstrakulikulernya mengarah ke teknik sipil. Jadi mereka tidak nol persen pada saat mengikuti lomba ini. Kami berharap melalui lomba ini bisa melahirkan engineering muda yang lebih baik lagi khususnya sipil untuk Indonesian yang lebih baik,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikan Bangkit, sesuai dengan tema yang diusung yakni ‘Desain Jembatan Kuat dan Inovatif’ penilaian lomba LKJ difokuskan pada kekuatan konstruksi jembatan termasuk berat jembatan yang dibuat.

“Nanti jembatannya diberikan plat dan dikaitkan dengan beban dari krikil sampai jembatannya patah. Untuk sistem penilaiannya, berat bebanya sampai jembatannya patah itu tadi berapa kemudian dibagi dengan berat jembatannya. Jadi semakin berat bebannya, maka makin tinggi nilainya dan semakin ringan berat jembatannya makin tinggi nilainya,” jelasnya.

Terkait bahan yang digunakan para peserta sudah disediakan oleh panitia ITN berupa kayu balsa ukuran 3×3 meter dengan panjang 1 meter.

“Lomba LKJ kali ini diikuti oleh 23 tim, dimana satu tim terdiri dari 3 orang siswa dari berbagai SMA SMK sederajat se-Indonesia. Peserta paling jauh dari Bali,” tandasnya.

Salah satu peserta LKJ, M. Rafli Yoci Nanda, saat ditemui usai menyelesaikan desain konstruksi jembatan di gedung Hidrolika ITN, Selasa (21/1/2020). -Foto: Agus Nurchaliq

Sementara itu, salah satu peserta LKJ dari Surabaya M. Rafli Yoci Nanda, mengaku tertarik mengikuti lomba tersebut karena ingin menambah pengalaman.

“Tujuan kami mengikuti lomba ini karena ingin menambah pengalaman tentang konstruksi jembatan dan meningkatkan kerja sama tim. Dari sekolah kami sendiri mengirimkan 3 tim untuk mengikuti LKJ di ITN,” akunya.

Lebih lanjut diakui siswa kelas 11 SMK dari jurusan bisnis konstruksi dan properti tersebut, sudah melakukan persiapan yang cukup lama sebelum mengikuti LKJ ITN, sehingga pada saat lomba, timnya tidak mengalami kesulitan untuk mendesain konstruksi jembatan. Bahkan timnya menyelesaikan lomba tersebut lebih cepat dari waktu yang telah ditentukan panitia.

“Latihannya kurang lebih selama 3 minggu. Dari panitia diberikan waktu tiga jam untuk menyelesaikan pembuatan konstruksi jembatannya. Tapi tadi tim kami sudah selesai dalam waktu 2,5 jam,” pungkasnya.

Lihat juga...