QRIS Mudahkan Transaksi Milenial di Permindo Night Market

Editor: Makmun Hidayat

PADANG — Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, mendapatkan cara terbaru untuk memudahkan transaksi pada kegiatan kalangan milenial di setiap Sabtu malam, yakni Permindo Night Market dengan cara QR Code Indonesian Standard (QRIS) yang dilangsungkan di Jalan Permindo Padang.

Wakil Wali Kota Padang, Hendri Septa, mengatakan, Permindo Night Market merupakan salah satu bentuk tempat hiburan positif bagi kalangan milenial di Kota Padang yang dipusatkan di Jalan Permindo. Banyak kegiatan yang dilangsungkan di momen malam minggu itu, sehingga tidak dapat dipungkuri banyak tumbuh usaha rakyat di Permindo Night Market tersebut.

Hendri Septa melihat, dengan telah hadirnya QRIS di Kota Padang, Permindo Night Market memiliki potensi yang bagus untuk turut menggunakan QRIS dalam hal berbagai transaksi, terutama untuk menikmati berbagai kuliner malam di Permindo Night Market. Apalagi anak milenial sangat melek dengan teknologi, sehingga bertransaksi dengan QRIS bisa dikatakan adalah langkah yang bagus untuk dilakukan.

“Kita coba sampaikan ke Wali Kota Padang dulu bagaimanan nantinya, tapi yang saya pahami QRIS bisa membantu memberikan kemudahan, karena tidak perlu membawa uang yang banyak saat menikmati hiburan di Permindo Night Market,” katanya, Selasa (21/1/2020).

Menurutnya, penggunaan QRIS bagi kalangan milenial di Kota Padang untuk Permindo Night Market bisa diperkirakan bakal tidak mengalami kendala. Sebab, di QRIS cukup banyak transaksi non tunai yang bisa dilakukan, mulai dari GoPay, Dana, dan banyak transaksi lainnya yang bisa digunakan dengan QRIS.

“Sosialisasi akan terus kita lakukan untuk QRIS ini kepada masyarakat terutama untuk kalangan milenial, karena tidak hanya mengurangi penggunana uang kertas, tapi dengan menggunakan QRIS ini dapat mengurangi terjadi tindakan yang merugikan seperti kemalingan,” jelasnya.

Dikatakannya, alasan utama yang membuat Pemko Padang ingin menerapkan QRIS di Permindo Night Market, karena ingin menciptakan hal-hal yang memudahkan masyarakat, serta membantu mengurangi risiko kerugian. Serta turut membantu Bank Indonesia untuk menyukseskan QRIS menjadi transaksi wajib bagi masyarakat di Kota Padang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat, Wahyu Purnama A, mengatakan, QRIS merupakan standar QR Code untuk pembayaran digital melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking. Artinya, tujuan adanya QRIS tersebut, agar pembayaran digital jadi lebih mudah bagi masyarakat dan dapat diawasi oleh regulator dari satu pintu.

“Kalau ada yang merasa dirugikan oleh QRIS tinggal laporkan. Karena QRIS ini telah berstandar, dan QRIS dapat digunakan lintas platform,” sebutnya.

Ia menyebutkan, dalam aturan pelaksanaan QRIS, batas nominal transaksi QRIS maksimal itu hanya Rp2 juta per transaksi. Akan tetapi, Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) bisa menetapkan batas nominal kumulatif harian dan atau bulanan, atas transaksi QRIS yang dilakukan oleh masing-masing pengguna.

“Jadi QRIS ini ada penetapan batas nominal kumulatif dan hal itu harus ada syarat penerbit, dengan alasan penerbit punya pertimbangan manajemen risiko yang baik,” ujarnya.

Lihat juga...