Rehab RTLH, Bupati Purbalingga Ingatkan Semangat Gotong-Royong

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURBALINGGA – Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), selain membantu warga yang tidak mampu, juga sebagai upaya untuk terus menghidupkan semangat gotong-royong di masyarakat. Mengingat pengerjaan rehab rumah dilakukan warga sekitar secara bergotong-royong.

Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi menyampaikan, gotong-royong merupakan ciri khas dari masyarakat pedesaan yang tidak boleh luntur. Karenanya, ia sangat berkomitmen memberikan bantuan RTLH, sebab sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan memupuk jiwa gotong-royong.

“Ada dua rumah yang kita berikan bantuan RTLH untuk hari ini, warga bergotong-royong menyelesaikan satu rumah terlebih dahulu dan selanjutnya besok, rumah berikutnya. Kebersamaan seperti ini jangan sampai luntur dan hilang, karena dengan semangat gotong-royong semua pekerjaan ataupun masalah bisa teratasi,” kata Bupati Purbalingga yang biasa disapa Tiwi, saat memberikan bantuan rehab RTLH di Desa Kutasari, Kecamatan Kutasari, Kabupaten Purbalingga, Jumat (17/1/2020).

Rehab RTLH ini merupakan rangkaian dari kegiatan Gerakan Bersama Rakyat (Gebrak) Gotong Royong. Dua rumah yang mendapat bantuan rehab RTLH yaitu milik keluarga Yulianto dan Suratmo warga RT 14 RW 7, Desa Kutasari.

Pada kesempatan tersebut, Tiwi juga ikut bergotong-royong membangun RTLH di rumah Yulianto. Warga pun semakin bersemangat melihat bupati mereka ikut bekerja memperbaiki rumah warga.

Kepada masyarakat Desa Kutasari, Tiwi berpesan untuk selalu menjaga kerukunan dan kebersamaan. Pihak RT, RW hingga desa dan kecamatan, lanjutnya, harus bersinergi dalam melakukan pembangunan ataupun program.

Dengan sinergitas yang terbangun dari jenjang terbawah, maka program yang dijalankan akan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Saya berkomitmen untuk lebih fokus pada pembangunan dan pemberdayaan desa-desa di awal tahun 2020 ini. Karena itu, saya berharap warga desa untuk terus bersinergi dan membangun kebersamaan,” tuturnya.

Sementara itu, Camat Kutasari, Endi Astono menyampaikan, selain memberikan bantuan rehab RTLH, bupati juga memberikan bantuan Tracktor dan Hands Tracktor untuk para petani, bibit cabai, bibit lele 400 paket, Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Ibu Hamil, Balita dan Lansia, serta  santunan untuk anak yatim piatu di desa tersebut.

“Kita sangat berterima kasih atas berbagai bantuan yang diberikan Ibu Bupati untuk warga Desa Kutasari. Untuk rehap RTLH sebanyak dua rumah, memang akan dikerjakan secara gotong-royong, warga di sini sudah terbiasa saling membantu jika ada yang memperbaiki rumah,” terangnya.

Lihat juga...