Rektor Unipa Tekankan Pentingnya Membangun Generasi Inovatif

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Sebagai sebuah perguruan tinggi yang menyandang nama asli Pulau Flores, yaitu Nusa Nipa, yang artinya Pulau Ular atau Pulau Naga, Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere terpanggil untuk membangun Sumber Daya Manusia (SDM) anak bangsa terutama yang berasal dari kawasan regional Nusa Tenggara.

Unipa terpanggil menciptakan SDM unggul, cerdas dan mampu menemukan inovasi untuk dapat beradaptasi dengan tantangan zaman yang selalu berubah dewasa ini.

“ SDM tersebut juga harus memiliki kepribadian yang kuat, berkarakter, agar tidak mudah terseret arus perubahan dunia,” kata rektor Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere, kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Ir. Angelinus Vincentius, M.Si, Sabtu (18/1/2020).

Rektor Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere kabupaten Sikka provinsi NTT, Ir. Angelinus Vincentius, MSi saat acara wisuda Sabtu (18/1/2020). Foto: Ebed de Rosary

Dalam acara wisuda sarjana angkatan XI periode II di audiotarium Unipa, Angelinus tegaskan, Unipa menempatkan diri sebagai kekuatan intelektual dalam membangun masyarakat dan bangsa Indonesia yang cerdas, tangguh, beradab, dan berwawasan global.

Pembangunan SDM kata dia, menjadi kunci keberhasilan dan kesuksesan Indonesia di masa depan sehingga harus unggul dalam segala bidang agar dapat bersaing secara global.

“Terlebih saat ini kita berada dalam dunia baru, dimana telah terjadi pendalaman dalam proses integrasi internasional karena pertukaran pandangan dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya,” sebutnya.

Proses globalisasi ini tegas Angelinus, memengaruhi dan dipengaruhi oleh bisnis dan tata kerja, ekonomi, sumberdaya sosial-budaya, dan lingkungan alam dimana kita sedang berada dalam era revolusi industri 4.0 dan segera memasuki era Society 5.0 yang menciptakan kesempatan baru bagi kita untuk berinovasi.

Pada revolusi industri 4.0 sebutnya, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data mencakup sistem cyber fisik, internet of things (IoT), komputasi di awan, dan komputasi kognitif atau kecerdasan buatan.

“Sementara itu, negara Jepang menyatakan dunia ini segera memasuki era Society 5.0 atau era Masyarakat 5.0. Sebuah masyarakat yang berpusat pada manusia yang menyeimbangkan kemajuan ekonomi dengan penyelesaian masalah sosial melalui sistem yang sangat mengintegrasikan ruang maya dan ruang fisik,” terangnya.

Konsep dari Jepang ini diyakini Angelinus, dalam waktu relatif singkat akan memengaruhi kehidupan manusia di seluruh dunia dimana pada revolusi industri 4.0 masyarakat mencari, mengutip, dan menganalisis data atau informasi dengan mengakses layanan cloud (awan) melalui internet.

Kemudian, pada Society 5.0 jelasnya, sejumlah besar informasi dari sensor di ruang fisik terakumulasi di dunia maya dan dianalisis oleh kecerdasan buatan, dan hasilnya diumpan kembali ke manusia dalam ruang fisik dalam berbagai bentuk.

“Sesuai dengan perkembangan zaman, maka berbagai inovasi pendidikan tinggi terus dilakukan. Setiap perguruan tinggi terus berbenah diri, termasuk di kampus orange Unipa Maumere,” tegasnya.

Dalam role mapping pengembangan Unipa sebut Angelinus, aksentuasi penguatan Unipa terletak pada penguatan tata kelola dan peningkatan sistem dengan menerapkan paradigma baru pembelajaran yang menekankan pentingnya penguatan kompetensi pedagogik dosen.

Selain itu tambahnya, penguatan kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, dan kompetensi sosial serta juga menekankan penguatan karakter mahasiswa melalui penghayatan nilai-nilai wajib di lingkungan kampus Unipa, yakni kreatif dan inovatif, unggul, peduli lingkungan, peduli sosial, berwawasan nasional dan global.

“Unipa menyelenggarakan kurikulum KKNI yang memperkuat pendidikan karakter, kewirausahaan, dan pendidikan antikorupsi. Hal ini berkaitan dengan tuntutan bagi para lulusan Unipa untuk dapat menciptakan pekerjaan-pekerjaan baru yang memandirikan dalam kehidupan nyata di tengah masyarakat,” ungkapnya.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII Denpasar, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si, berpesan agar para wisudawan Unipa Maumere agar jangan lama-lama menganggur dan menciptakan peluang usaha.

Astawa menegaskan agar setelah diwisuda jangan lama-lama menganggur dan segera berkarya bahkan dirinya meminta agar sehari setelah diwisuda anaknya jangan diberi uang.

“Kalau mulai besok kamu yang sudah sarjana  masih meminta uang sama orang tua maka saya yakin nanti kalian akan ditertawakan oleh tamatan SMK di Sikka yang sudah bekerja dan mandiri,” tuturnya.

Astawa tegaskan, era saat ini segala sesuatu serba mudah dan canggih bahkan untuk menjadi kaya saja mudah asal ada kemauan dan berpikiran maju karena dengan begitu pasti akan ada jalan.

Lihat juga...