Saldo Kurang Akibatkan Antrean di Pelabuhan Bakauheni

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Faktor saldo yang kurang pada sejumlah calon penumpang pejalan kaki berimbas antrean pada loket.

Astuti, salah satu calon penumpang pejalan kaki kapal reguler menyebut ia hanya memiliki saldo terbatas. Sementara saat akan pulang menyeberang ke pulau Jawa ia membawa serta dua anggota keluarga. Selain dirinya ratusan penumpang pejalan kaki rela mengantre untuk membeli uang elektronik.

Astuti, salah satu calon penumpang pejalan kaki usai membeli tiket mengajak anaknya bermain di kid corner pelabuhan Bakauheni, Minggu (5/1/2020) – Foto: Henk Widi

Astuti menyebut sengaja tidak membeli saldo uang elektronik pada sejumlah merchant yang ada di tepi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Meski harus mengantre hampir beberapa menit ia mendapatkan saldo uang elektronik untuk membeli tiket.

Sejumlah loket penjualan tiket elektronik yang disediakan di dekat terminal hanya uang elektronik bank BUMN. Uang elektronik yang digunakan diantaranya dari BRI Mandiri, BNI dan BTN.

Selain antrean pada loket pengisian saldo uang elektronik, antrean terjadi pada pembelian tiket uang elektronik. Akhir liburan sekolah dimanfaatkannya untuk kembali ke Jakarta bersama anak anak.

Bergantian tugas dengan anggota keluarga lain saat proses pembelian tiket pun juga dilakukan secara bergantian. Ia juga memilih mengajak sang anak bermain di kid corner yang disediakan pada area pembelian tiket.

“Saya tidak mengisi saldo uang elektronik cukup sehingga saat akan membeli tiket elektronik harus mengisi di loket yang disediakan, meski jumlah loket banyak namun karena hari ini akhir liburan jadi terlihat penuh,”papar Astuti saat ditemui Cendana News di loket pembelian tiket pelabuhan Bakauheni, Minggu (5/1/2020).

Astuti menyebut sengaja membeli tambahan saldo uang elektronik secara mendadak. Sebab menggunakan uang elektronik dari Brizzi hanya digunakan saat ia akan menyeberang.

Ia juga menyebut membeli kartu uang elektronik perdana saat akan menyeberang dari pelabuhan Merak menuju pelabuhan Bakauheni. Uang elektronik tersebut bahkan baru akan digunakan saat libur Idul Fitri mendatang.

Adanya antrean pejalan kaki saat membeli saldo uang elektronik, tiket elektronik diakui Hasan Lessy, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni.

Ia menyebut sesuai prediksi puncak arus balik libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2019/2020 terjadi pada Minggu (5/1/2020). Akhir libur sekolah membuat penumpang pejalan kaki terlihat mengalami kenaikan.

Hasan Lessy  ikut membantu penumpang pejalan kaki melakukan scan barcode tiket elektronik. Antisipasi antrean tambahan loket pembelian tiket pejalan kaki menurutnya disediakan oleh koperasi karyawan Samudera Telaga Tirta dan PT Hanmar Multi Talenta.

Hasan Lessy (memakai rompi) General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni Lampung Selatan membantu proses scan bar code, Minggu (5/1/2020) – Foto: Henk Widi

Meski sosialiasi telah dilakukan agar penumpang menyiapkan uang elektronik sebagian masih kekurangan saldo.

“Antrean di loket pengisian saldo didominasi penumpang yang uang elektroniknya kurang karena masih belum terbiasa dengan sistem cashless,” ungkap Hasan Lessy.

Meski sempat mengalami antrean, pejalan kaki dan kendaraan diakuinya terurai. Sesuai data, penumpang diseberangkan dari pelabuhan Bakauheni ke Merak mencapai 56.769 orang.

Jumlah tersebut terdiri dari 8.771 orang pejalan kaki dan 47.988 orang di atas kendaraan.
Jumlah penumpang tersebut menyeberang melalui kapal reguler dan eksekutif.

Antrean kendaraan pribadi di dermaga satu pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan pada akhir libur tahun baru, Minggu (5/1/2020) – Foto: Henk Widi

Selain itu tercatat 10.468 unit kendaraan telah diseberangkan pada pekan pertama Januari. Jumlah tersebut meliputi 1.774 unit motor, 6.835 unit bus, 404 unit truk, 1.455 unit kendaraan roda empat dan 8.694 unit kendaraan roda empat atau lebih.

Pelayanan pada akhir liburan dilayani dengan 31 unit kapal roll on roll off (Roro) dan perjalanan kapal (trip) per hari mencapai 103 trip.

Lihat juga...