Sambut Imlek, Kelenteng Kong Miao TMII Bersolek

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Menyambut Tahun Baru Imlek 2571, Kelenteng Kong Miao Taman Mini Indonesia Indah (TMII) mulai bersolek dengan diawali sembahyang Shenming Zao Jun Gong dan bersih-bersih kelenteng.

Bidang Peribadahan Kelenteng Kong Miao TMII, Ws. Vekky Mongkareng, ST mengatakan, menyambut Tahun Baru Imlek yang jatuh pada tanggal 25 Januari 2020, umat Khonghucu yang beribadah di Klenteng Kong Miao melakukan serangkaian kegiatan.

Bidang Peribadahan Kelenteng Kong Miao TMII, Ws. Vekky Mongkareng, ST, saat ditemui di Kelenteng Kong Miao TMII, Jakarta, Sabtu (18/1/2020). Foto: Sri Sugiarti.

Diantaranya sembahyang Shenming Zao Jun Gon/Cun Kun Kong atau Malaikat Dapur. Kemudian berlanjut dengan membersihkan para suci (shinming) dan jinshen (patung).

“Mengawali rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2571, kami tadi sembahyang Shenming Zao Jun Gon, yaitu orang suci atau Mailakat Dapur. Berlanjut dengan bersih-bersih para suci dan jinshen,” kata Vekky kepada Cendana News ditemui di Kelenteng Kong Miao TMII, Jakarta, Sabtu (18/1/2020).

Dengan tema Tahun Baru Imlek 2571 ‘Gemilang Kebajikan Membuat Kecerahan, Sementara Kita Gentar atau Takut Hormat Kepada Kebajikan itu Membuat Kita Bersih’.

Maka dengan tema itu, dia berharap tahun baru Imlek ini lebih mendekatkan kepada yang diajarkan Khonghuchu, yaitu kebajikan. Artinya, dalam pengertian agama Khonghuchu adalah kebaikan yang tanpa disuruh, tapi kita mengerti sendiri.

“Kebajikan berbeda dengan kebaikan. Kalau kebaikan kadang harus disuruh baru kita laksanakan, dan kadang kita mengharapkan adanya imbalan atau balas jasa. Tapi kalau kebajikan itu dengan sendirinya dalam hati, tidak mengharapkan balasan atau ganjaran,” jelasnya.

Menyambut Perayaan Tahun Baru Imlek 2571, umat Khonghuchu sedang membersihkan shinming atau para suci di Kelenteng Kong Miao TMII, Jakarta, Sabtu (18/1/2020). Foto: Sri Sugiarti.

Ada beberapa para suci yang dibersihkan dalam penyambutan tahun baru Imlek 2571. Para suci itu diantaranya, Guan Yin Niang Niang/Kwan Im Nio Nio, Tian Shang Sheng Mu/Thian Siang Seng Bo, Fu De Zheng Shen/Hok Tek Ceng Sin, Xuan Tian Shang Di/Hian Thian Siang Tee, Guan Gong/Kwan Kong, Guang Ze Zun Wang/Kong Tek Cun Ong, Zao Jun Gon/Cun Kun Kong, dan Nabi Kongzi.

“Membersihkan para suci ini sangat penuh makna. Kayak kita mesti mandi biar bersih, jadi kita harus melihat ke dalam diri introspeksi. Kita dapat memperbaharui diri setiap hari supaya tetap menjadi manusia baru,” kata Sekretaris Kelenteng Kong Mio TMII, Js. Liem Liliany Lontoh kepada Cendana News.

Satu hari menjelang Tahun Baru Imlek, umat Khonghuchu juga melakukan sembahyang leluhur. Ini jelas Liem, sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas satu tahun yang telah dilewati dengan baik dalam suka dan duka.

Di malam Imlek pun digelar sembahyang, dengan harapan agar kiranya di Tahun Baru Imlek 2571, senantiasa memberkahi.

Sekretaris Kelenteng Kong Miao TMII, Js. Liem Liliany Lontoh, saat ditemui di Kelenteng Kong Miao TMII, Jakarta, Sabtu (18/1/2020). Foto: Sri Sugiarti.

“Bukan cuma kita umat kelompok Tionghoa, tetapi seluruh umat. Jadi berdoa untuk seluruh umat yang ada di dunia,” ujar Js. Liem Liliany Lontoh yang juga menjabat sebagai Ketua Matakin Provinsi DKI Jakarta.

Dia juga berharap bangsa Indonesia senantiasa aman, damai, tenteram, rukun, dan makmur. Sehingga kata dia, diantara sesama kita tidak melihat agamanya, semua saudara. Karena 2500 tahun yang lalu, Nabi Kongzi juga bersabda di empat penjuru lautan, kita semua bersaudara.

“Jadi nggak harus kita ada pertalian darah, baru kita bersaudara. Namanya manusia berarti kita bersaudara, karena kita dari Tuhan yang sama, dan tinggal di bumi yang sama,” ungkapnya.

Lalu menurutnya, bagaimana supaya kita bisa menciptakan kerukunan dengan orang yang berbeda keimanan. Yakni, apa yang kita tidak inginkan, jangan lakukan kepada orang lain. Bila ingin maju, harus memajukan orang lain.

“Jadi kita harus bisa saling toleransi. Kita harus setia kepada Tuhan melaksanakan firmannya. Dan kita juga harus menghargai, menghormati kepada sesama manusia, karena semua saudara,” tukasnya.

Selain membersihkan para suci dan patung, Kelenteng Kong Miao TMII juga dipercantik dengan pemasangan ornamen dan lampion merah menyala.

“Kita bersih-bersih kelenteng, biasanya satu minggu sebelum imlek. Ini rutin kita lakukan setiap tahun,” ujarnya.

Suasana Kelenteng Kong Miao TMII, Jakarta, Sabtu (18/1/2020). Foto: Sri Sugiarti

Pada perayaan Tahun Baru Imlek 2571, Kelenteng Kong Miao TMII tepatnya pada Sabtu pagi (25/1/2020) dilaksanakan sembahyang.

Berlanjut pada siang hari yang sama dimeriahkan dengan pertunjukan barongsai yang digelar di halaman Kelenteng Kong Miao TMII.

Puncaknya adalah perayaan Cap Go Meh pada Sabtu tanggal 8 Februari 2020 mendatang.

Lihat juga...