Sampah Plastik Menumpuk di Muara Kali Mati Maumere

Editor: Makmun Hidayat

MAUMERE — Musim hujan menyebabkan sampah-sampah terutama sampah plastik dari beberapa wilayah kelurahan di kota Maumere menumpuk di pesisir muara kali mati dan kali Nangameting yang berada di tengah kota Muamere, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sampah-sampah yang menumpuk tersebut didominasi sampah plastik dimana saat air laut pasang sampah tersebut tidak bisa terbawa ke laut sehingga banyak menumpuk di muara kali mati.

“Setiap musim hujan pasti sampah akan menumpuk di muara kali mati ini dan menjadi sarang nyamuk,” kata Blasius Hiro salah seorang warga kota Maumere saat ditemui di kali mati, Rabu (15/1/2020).

Menurut Blasius, tumpukan sampah selalu menutupi pepohonan bakau yang ada di muara kali bahkan bertebaran hingga ke jalan cross way yang berada persis di samping muara kali mati tersebut.

Dia berharap pemerintah bisa mengeruk dan mengangkut sampah-sampah tersebut untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wairii agar tidak menjadi sarang nyamuk mengingat saat ini sedang musim penyakit demam berdarah dan malaria.

“Sepertinya ini sudah menjadi pemandangan biasa dan dibiarkan saja sampah menumpuk. Kalau hujan sampah akan meluber ke jalan dan mengganggu pengendara serta menimbulkan bau tidak sedap,” ujarnya.

Carolus Winfridus Keupung anggota Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) provinsi NTT saat ditemui di kantornya Rabu (15/1/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Carolus Winfridus Keupung, salah satu anggota Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Provinsi NTT menyebutkan, sampah yang menumpuk di muara kali mati berasal dari saluran-saluran air yang mengalir ke kali mati.

Ditambah lag,i kata Wim sapaannya, kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan ke saluran air dan kali mati sehingga saat hujan akan menumpuk di muara kali.

“Proses penanganan sampah oleh pemerintah juga lemah karena membiarkan sampah menumpuk di tempat-tempat sampah hingga meluber ke jalan raya. Saat hujan sampah pasti akan mengalir ke kali dan terbawa ke laut,” sesalnya.

Kontribusi terbesar sampah di laut maupun muara kali mati, sebut Wim karena sampah dibuang sembarangan dan tidak dibersihkan sehingga saat hujan pasti otomatis terbawa ke laut dan mencemari laut.

Saluran-saluran air di kota Maumere menurutnya, juga tidak dibersihkan sehingga penuh dengan tanah dan sampah yang membuat air hujan tidak bisa mengalir melewati saluran tersebut.

“Harusnya sebelum musim hujan got atau saluran air di kota Maumere dibersihkan sehingga bisa mencegah banjir. Selain itu sampah yang menumpuk di tempat ini bisa diangkut agar jangan terbawa ke laut saat musim hujan,” harapnya.

Wim meminta agar dilakukan pembersihan massal terhadap saluran air dan got yang ada di kota Maumere dan ada perbaikan terhadap got dan saluran agar bisa berfungsi maksimal ketika hujan.

Dirinya menyesalkan ada beberapa ruas jalan seperti di Kelurahan Waioti dan di Jalan Achmad Yani yang masih tergenang air sehingga harus segera dicari tahu penyebabnya dan dilakukan perbaikan.

“Pemerintah jangan menunggu saat banjir baru bertindak tetapi sebelum musim hujan harus diambil langkah untuk mencegah agar tidak terjadi banjir dan sampah berserakan di jalan raya serta menumpuk di muara kali,” pungkasnya.

Lihat juga...