Satu Warga Sumbar yang Diisolasi, Negatif Virus Corona

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

PADANG — Satu warga Sumatera Barat yang sebelumnya di isolasi karena diduga terpapar virus corona usai pulang umrah, hasil pemeriksaan di RSUP M Djamil Padang menunjukkan negatif dan akhirnya bisa pulang.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Merry Yuliesday mengatakan, sebelumnya ada satu orang warga Sumatera Barat yang diisolasi karena diduga terpapar virus corona.

“Setelah dilakukan isolasi kurang lebih empat hari, tim medis menyatakan pasien itu negatif virus corona, dan hanya demam biasa,” katanya, Selasa (28/1/2020).

Merry menyebutkan, sebelumnya pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) mendapatkan satu orang yang usai melakukan umrah di Makkah. Suhu badan yang terbaca dari alat screening, berada di atas normal yakni melebihi 38 derajat celcius.

“Untuk pasien yang diduga terpapar virus corona itu, karena dinyatakan hanya demam biasa. Bahkan kondisi pasien membaik, kemungkinan hari ini pasien sudah bisa pulang,” sebutnya.

Dengan telah adanya hasil pasien yang diisolasi itu, masyarakat Sumatera Barat diimbau tidak terlalu khawatir, karena sejauh ini masih aman dari serangan virus corona, yang kini telah membunuh puluhan jiwa Wuhan Cina.

“Screening akan terus dilakukan hingga batas waktu yang belum ditentukan. Karena kita tidak ingin penyebaran virus corona itu masuk ke Sumatera Barat, makanya kita selalu siap,” ujarnya.

Selain itu, Merry menyatakan hasil screening di BIM ini tidak hanya khusus mendeteksi orang yang terpapar virus corona. Tapi orang yang dalam kondisi tubuh demam pun, juga bisa diduga terpapar. Yang menjadi ukuran standar ialah apabila suhu badan melebihi 38 derajat celcius, makan harus diperiksa terlebih dahulu.

“Jadi KKP yang bertugas di BIM ini apabila menemukan suhu tubuh penumpang melebihi 38 derajat celcius, dibawa dulu ke ruangan kesehatan. Apabila kondisi penumpang mengkhawatirkan, langsung dibawa ke RSUP M. Djamil,” ungkapnya.

Dikatakannya, screening terhadap penumpang maskapai penerbangan itu tidak hanya untuk penerbangan internasional, tapi untuk penumpang domestik.

“Intinya kita tidak ingin lengah, screening harus kita lakukan di berbagai pintu masuk transportasi,” tegasnya.

Lihat juga...