Sejak Natal Sampah Menumpuk, Meluber di Pasar Alok

Editor: Koko Triarko

MAUMERE – Selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2020, sampah terlihat menumpuk di pasar Alok Maumere yang merupakan pasar harian terbesar di kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Sampah menumpuk di beberapa tempat dan yang terbanyak berada di dekat Los Sayuran di bagian tengah pasar, serta Los Ikan di sebelah selatan dekat loaksi penjualan kayu bakar.

“Sudah seminggu sampah menumpuk dan tidak terlihat petugas kebersihan yang mengangkutnya,” sebut Nurhayati, salah seorang pedagang di pasar Alok Maumere, Rabu (1/1/2020).

Geradus Mayela, salah seorang pedagang dan petugas penagih retribusi parkir di pasar Alok Maumere, kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, saat ditemui Rabu (1/1/2020). -Foto: Ebed de Rosary

Nurhayati menyebutkan, sejak perayaan Natal 25 Desember 2019, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Sikka sudah tidak lagi terlihat mengangkut sampah.

Kontainer sampah yang disediakan di dua lokasi dekat Pasar Sayur dan dekat tempat penjualan kayu bakar pun sudah tidak bisa lagi menampung volume sampah.

“Pedagang membuang sampah di jalanan di luar kontainer sampah yang sudah penuh. Pedagang sudah berulangkali meminta agar petugas kebersihan harus setiap hari mengangkut sampah, tapi tidak dilakukan,” tuturnya.

Nurhayati berharap, pemerintah dalam hal ini Dinas Perindustrian, Koperasi dan UKM kabupaten Sikka, selaku pengelola pasar, harus berkordinasi dengan DLH Sikka, agar setiap hari ada petugas yang mengangkut sampah.

Selain itu, tambah dia, pasar Alok kalau bisa memiliki mobil pengangkut sampah dan petugas khusus, agar sampah tidak menumpuk di pasar Alok yang menimbulkan bau tidak sedap.

“Harus ada petugas khusus untuk angkut sampah secara rutin setiap hari, agar sampah tidak menumpuk. Sehari saja tidak diangkut pasti sampah sudah menumpuk di tanah, karena kontainer tidak muat,” ungkapnya.

Geradus Manyela, salah seorang penjual kayu bakar yang lokasi penjualannya berada di samping kontainer sampah mengakui hal yang sama. Sampah kalau tidak rutin diangkut setiap hari pasti akan menumpuk.

Menurut Geradus, sampah menumpuk dan meluber hingga ke badan jalan, karena pas perayaan hari raya Natal dan Tahun Baru, sehingga kemungkinan petugas kebersihan libur.

“Harusnya ada petugas khusus yang mengangkut sampah dan ada beberapa orang, sehingga bisa bergantian mengangkut sampah. Bila perlu, ada mobil pengangkut sampah khusus karena volume sampah terus meningkat,” ujarnya.

Geradus yang juga sering bertugas menagih karcis parkir di pintu keluar mengaku, jumlah pedagang di pasar Alok makin banyak karena beberapa los baru telah dibuka, seperti Los Daging dan pakaian.

Lihat juga...