Sejumlah Lansia dan Disabilitas di Sikka Dapat Bantuan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Banyaknya masyarakat miskin dan terpinggirkan yang belum mendapatkan uluran tangan pemerintah mendorong Yayasan Proficio Mof berinisiatif memberikan bantuan dan pemberdayaan.

Untuk itu, Proficio Mof sebagai salah satu dari 6 lembaga sosial di provinsi NTT yang bekerjasama dengan Kementerian Sosial sejak tahun 2018 memberikan bantuan pelayanan konseling psikologi dan memberikan nutrisi bagi para lansia dan disabilitas.

“Tahun 2018 kami memberikan bantuan nutrisi bagi 76 orang Lansia dan Disabilitas di kabupaten Sikka setelah yayasan Proficio Mof kami dirikan,” kata Lukas Laga Lewo, pendiri sekaligus pembina Yayasan Proficio Mof Maumere, kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (23/1/2020).

Lukas Laga Lewo, pendiri sekaligus pembina yayasan Proficio Mof Maumere, kabupaten Sikka, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ditemui Kamis (23/1/2020). Foto: Ebed de Rosary

Untuk tahun 2019 kata Lukas, pihaknya memberikan bantuan nutrisi bagi 83 orang Lansia dan Disabilitas.

Sementara tahun 2020 sedang diusulkan diberikan kepada 200 orang yang tersebar di berbagai wilayah di kabupaten Sikka.

Yayasan sebutnya, bekerjasama dengan Kementerian Sosial dalam memberikan bantuan, namun jumlah penerima yang diajukan tidak semua disetujui. Tentunya bantuan tersebut diterima dengan senang hati.

“Memang tidak semua usulan bantuan yang diajukan jumlahnya disetujui. Misalnya kami ajukan 125 paket bantuan tapi yang disetujui hanya 50 saja. Tapi jumlah tersebut tentu sangat berarti bagi masyarakat yang membutuhkan,” ungkapnya.

Kenapa mendirikan yayasan, Lukas katakan, awalnya tahun 1997 pihaknya menjual jasa psikotes bagi para pelajar di kota Larantuka kabupaten Flores Timur dan juga di kota Maumere di kabupaten Sikka.

Di Sikka pihaknya mendapatkan rekomendasi dari bupati Sikka Paulus Moa sehingga psikotes dilakukan di SMAN 1, SMAN 2, SMAK Frateran Maumere dan beberapa sekolah lainnya, kerjasama secara profesional dengan bayaran.

“Setelah itu kami berpikir kalau hanya sekedar menjual jasa Psikologi saja maka jangkauannya terlalu sempit. Makanya tahun 2018 dibuat Yayasan Proficio Mof,” tuturnya.

Banyak hal sebut Lukas yang bisa dibuat kalau mempunyai yayasan sehingga didirikan yayasan yang fokus pada 4 bidang yakni sosial, pendidikan, kemanusiaan dan lingkungan hidup.

Bidang sosial sebutnya, yayasan melakukan tes psikologi serta pendampingan bagi mereka yang memiliki masalah sosial seperti kaum disabilitas, lansia dan anak-anak terlantar.

Di bidang pendidikan jelasnya, sementara ini sedang mengelola PAUD bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan anak-anak dari keluarga tidak mampu serta berkeinginan mendirikan lembaga pendidikan hingga perguruan tinggi.

“Bidang kemanusiaan, kami memberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang sedang tertimpa musibah dan membutuhkan uluran tangan kita bersama. Sementara di bidang lingkungan hidup kami ikut serta dan turut berpartisipasi bagi kelestarian lingkungan hidup,” paparnya.

Yosefina Noeng, salah seorang disabilitas mengaku senang, bisa bergabung di yayasan ini agar bisa menjual produk kerajinan tangan yang dihasilkannya seperti tas dan dompet dari kain tenun ikat.

Yosefina mengaku sejak bulan April 2018 bergabung di yayasan ini agar bisa memiliki banyak teman senasib dan bisa mendapatkan tambahan pengetahuan untuk memasarkan hasil kerajinan tangannya.

“Saya membuat tas dari kain tenun dan sampah plastik seperti bungkus deterjen dan lainnya. Lumayan hasilnya bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan dalam keluarga,” tuturnya.

Lihat juga...