Sentigi Mulai Langka, Warga Sumbernadi Lamsel Kembangkan Bibit

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Tanaman sentigi (Pemphis acidula) yang hidup di habitat pantai mulai langka di wilayah Lampung Selatan (Lamsel).

Sebagai cara pelestarian warga Desa Sumbernadi, Kecamatan Ketapang bernama I Made Suwarno memilih melakukan pembibitan tanaman langka tersebut. Ia menyebut sentigi yang eksotis kerap dijadikan bahan bonsai sehingga kerap diburu.

Perburuan di alam bebas menurut I Made Suwarno membuat vegetasi tanaman itu berkurang. Pecinta bonsai itu awalnya memelihara sejumlah sentigi yang sebagian dijadikan indukan. Berbekal pembelian seharga Rp1 juta dari penanam sentigi ia bisa mengembangkan bibit sentigi memakai biji. Awalnya ia sempat mengalami kegagalan, namun mulai berhasil dengan metode penyemaian.

I Made Suwarno warga Desa Sumbernadi Kecamatan Ketapang Lampung Selatan salah satu pecinta bonsai sekaligus pelestari tanaman sentigi menggunakan sistem generatif memakai biji untuk dikembangkan sebagai bibit, Rabu (15/1/2020). -Foto: Henk Widi

Proses penyemaian dilakukan memakai media pasir, cocopeat, tanah dan bahan lain. Benih yang berasal dari biji tumbuh dengan subur saat memasuki musim penghujan tepat di media tanam pot. Sebagian bibit sentigi yang mulai besar setinggi 5 cm lalu dipindahkan ke media tanam gelas bekas air mineral. Pemanfaatan gelas plastik sekaligus menjaga kebersihan lingkungan dari sampah.

“Pelestarian tanaman sentigi sudah mutlak dilakukan karena mulai langka di alam bebas, saya tergerak untuk mengembangkan bibitnya dengan metode penyemaian yang sempat gagal namun mulai berhasil untuk regenerasi tanaman dan penyediaan bahan bonsai,” terang I Made Suwarno saat ditemui Cendana News di halaman rumahnya, Rabu (15/1/2020).

I Made Suwarno yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Sumbernadi menyebut seni bonsai membutuhkan bahan tanaman sentigi. Cara terbaik agar tidak merusak lingkungan dilakukan olehnya dengan menyediakan bibit secara swadaya. Pengalaman selama belasan tahun membuat perbanyakan bibit bisa dilakukan tanpa mengambil sentigi dari alam.

Pencegahan kerusakan lingkungan disebutnya bisa diminimalisir dengan menyiapkan bibit. Sebab bahan bibit sentigi berusia lebih dari satu tahun bisa digunakan untuk pembentukan bonsai. Pembentukan bonsai dimulai dari bibit yang kecil dari media gelas bekas, polybag lalu dipindahkan ke dalam pot. Peranan para pelatih pembuatan bonsai (trainer) menurutnya sangat penting agar terbentuk keindahan.

“Bibit saya sediakan sebagai bahan baku selanjutnya bisa digunakan untuk pembuatan bonsai sesuai keinginan,” papar I Made Suwarno.

Sekali proses penyemaian sentigi ia bisa mendapatkan ratusan bibit. Bibit yang siap ditanam dalam pot menurutnya mencapai ketinggian sekitar 30 cm dengan harga Rp100.000. Penyediaan bibit sentigi menurutnya bukan hanya digunakan sebagai bahan bonsai. Sebab Desa Sumbernadi yang memiliki hamparan hutan pantai potensial ditumbuhi tanaman mangrove jenis bakau, api api dan sentigi.

Jupri, salah satu warga Desa Hatta Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan pecinta bonsai sentigi melihat hasil bonsai warga Desa Sumbernadi Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan, Rabu (15/1/2020). -Foto: Henk Widi

Pelestarian kawasan pesisir pantai menggunakan tanaman bakau, sentigi dan mangrove sekaligus menjadi wisata alam. Pada tahap awal di wilayah Desa Sumbernadi, ia menyebut warga mulai mengembangkan sejumlah tanaman bonsai. Rencananya desa tersebut akan dikembangkan sebagai desa wisata bonsai. Sebab desa tersebut memiliki potensi wisata alam pantai di pesisir timur Lamsel.

Meski demikian upaya konservasi dilakukan dengan penyiapan bibit menghindari perusakan lingkungan. Sebab meski mulai langka upaya penyediaan bibit sentigi dan tanaman pesisir akan terus dikembangkan. Penyediaan bibit sentigi menurutnya mendukung langkah penghijauan yang gencar dilakukan di kawasan pesisir.

Jupri, pecinta bonsai mengakui ketersediaan bahan bonsai di alam mulai langka. Sebagai upaya penyediaan benih pembibitan dari biji sangat diperlukan agar sentigi masih bisa diperoleh. Sejak tanaman usia satu tahun sentigi memiliki bentuk yang cukup unik dan menarik. Memiliki fungsi sebagai penyedia oksigen dan kesegaran ruangan tanaman itu memiliki potensi ekonomi cukup besar.

“Sejak masih bibit tanaman harga sentigi bisa mencapai ratusan ribu jika dibuat menjadi bonsai meningkat jadi jutaan rupiah,” papar Jupri.

Jupri menyebut tren pecintai bonsai yang meningkat membuat permintaan bibit sentigi meningkat. Pembibitan yang dilakukan oleh I Made Suwarno sebagai pecinta bonsai sekaligus upaya menjaga kepunahan tanaman sentigi.

Tanaman sentigi yang telah memiliki usia cukup menghasilkan biji bisa disemai menjadi benih. Penyediaan bibit sentigi menurutnya bisa dijadikan tanaman penghijauan di wilayah pesisir pantai tidak hanya sebagai bahan bonsai.

Lihat juga...