Serikat Pekerja dan Apindo Bahas UMSK Bekasi 2020

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Serikat Pekerja (SP) bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai membahas terkait nilai Upah Minimum Sektor Kota (UMSK) Bekasi tahun 2020.

Dari pembahasan tersebut, diketahui serikat buruh meminta kenaikan UMSK mencapai 15 persen dari tahun 2019.

“Pembahasan ini, karena 31 sub untuk sektor 2020 sudah disepakati. Tapi dalam pembahasan belum menemukan kata sepakat, karena Apindo beralasan belum siap membahas lebih lanjut soal UMSK,” kata Perwakilan dari FSPMI Kota Bekasi Rudolf, ditemui Cendana News, usai musyawarah sore tadi, Selasa (28/1/2020).

Perwakilan Serikat pekerja (SP) dari FSPMI, Rudolf, memberi keterangan hasil pembahasan perdana terkait UMSK Bekasi 2020, usai melakukan pembahasan dengan APINDO di kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi, Selasa (28/1/2020) – Foto: Muhammad Amin

Dikatakan pihak Apindo, mengaku belum siap dengan alasan belum mendapatkan legal standing atau kuasa dari anggota Apindo maupun non-anggota yang ada di Kota Bekasi. Apindo meminta diberi waktu dua minggu ke depan untuk melakukan sosialisasi dan meminta kuasa ke anggota Apindo.

Diketahui sesuai PP 78 nilai UMSK dikembalikan ke asosiasi masing-masing.

Menurutnya tuntutan kenaikan UMSK 15 persen dari tahun 2019 adalah hasil kesepakatan serikat pekerja. Dimana untuk tahun 2019 nilai UMSK Bekasi, bervariasi, karena ada beberapa sektor seperti AMK, logam dan AI. UMSK tertinggi ada di sektor otomotif mencapai Rp4,8 juta.

“Angka paling sedikit Rp4,7 juta sekian, hanya beda sedikit dibanding UMSK otomotif, kemudian di sektor aneka industri (AI) seperti aneka makanan. Jika naik 15 persen maka UMSK Bekasi bisa mencapai angka Rp5,3 juta dari unsur otomatif di tahun 2020,” paparnya.

Lebih lanjut diakui Rudolf, bahwa unsur serikat pekerja menyadari memang berat bagi Apindo. Namun dia menegaskan bahwa SP sudah menyampaikan aspirasi buruh Kota Bekasi idealnya untuk upah sektor tahun 2020 memang naik 15 persen.

Diakuinya bahwa Apindo tidak menolak perundingan terkait nilai UMSK 2020. Tetapi mereka ingin negosiasi di dalam nilai tersebut karena sesuai Permen maka nilai UMSK lebih besar dibanding nilai UMK.

Pertemuan tersebut berjalan kondusif, terjadi komunikasi meskipun masih menemui jalan buntu karena belum ada kata sepakat terkait UMSK. Pertemuan sendiri difasilitas oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi sebagai penengah.

“Dari pertemuan tersebut ada indikator yang ditangkap, prinsipnya Apindo mau bernegosiasi soal UMSK Bekasi 2020 dengan sejumlah catatan. Saat ini SP memberi waktu dua minggu ke depan UMSK Bekasi sudah menemui titik temu,” tukasnya.

Dia juga membantah dikatakan buru-buru terkait pembahasan nilai UMSK 2020. Hal tersebut lebih kepada menagih komitmen Apindo.  Jika bisa pengkajian dimulai, Maret UMSK sudah disepakati. Sementara pihak Apindo saat ditemui usai pertemuan sore tadi, menolak memberi komentar apa pun.

Lihat juga...