Siti Hardijanti Rukmana, Sosok Perempuan Inspirasi Indonesia

Editor: Mahadeva

JAKARTA – Kamis (23/1/2020), merupakan hari berbahagia bagi Putri Sulung Presiden ke-2 RI H.M Soeharto, yang bernama Siti Hardijanti Rukmana. Pada hari tersebut wanita yang akrab disapa Mbak Tutut tersebut merayakan ulang tahunnya yang ke-71.

Sebuah perayaan sederhana digelar, sebagai wujud rasa syukur atas karunia yang didapatkan. Mbak Tutut memilih berkumpul dengan keluarga dan kolega dekatnya, dengan menggelar makan bersama di bilangan Blok M, Jakarta Selatan pada Kamis (23/1/2020) Malam, untuk merayakan hari bahagia tersebut.

Terihat semua kolega dan keluarga berkumpul. Mulai dari anak, cucu, ponakan semuanya hadir melengkapi kebahagiaan Mbak Tutut di hari lahirnya. Dari kalangan keluarga, hanya sang adik Titiek Soeharto, yang tidak terlihat karena sedang berada diluar daerah. Selain keluarga dari kolega tampak hadir beberapa artis, politisi dan akademisi. Diantaranya, Piyu Padi, Kamelia Malik. Mba Tutut, tak henti menghampiri seluruh kolega dan keluarga yang hadir untuk bertegur sapa, berfoto bersama. Semua dilakukan dengan gaya khas keramahannya dan senyum bahagia.

“Saya sudah menganggap Mbak Tutut Soeharto, sebagai Bunda, karena perhatian beliau begitu besar dan tulus kepada semua hingga saat dekat terasa mengayomi. Saya mulai dekat terbilang baru awal 2010, saat itu banyak hal yang saya hadapi,” ungkap Satriyo Yudi Wahono atau biasa dipanggil Piyu.

Bagi Piyu, sosok Tutut Soeharto, menjadi inspirasi. Meski memiliki kesibukan, Mbak Tutut tetap mampu menjaga kesehatan dan stamina. Diharapkan salah satu musisi kenamaan Indonesia tersebut, diusia Mbak Tutut yang ke-71, bisa diberi panjang umur, murah rezeki, bahagia dikelilingi keluarga, dan sahabat.  “Tentu Bunda Tutut Soeharto, makin menginspirasi banyak orang dengan kesederhanaanya. Sehingga beliau bisa membawa berkah bagi banyak orang. Bagi saya, Bunda Tutut adalah inspirasi bagaimana ketenangannya dalam menghadapi naik turunnya kehidupan,” ucap Piyu.

Camelia Malik, Artis Dangdut Indonesia – Foto M Amin

Sosok Siti Hardijanti Rukmana dimata arti penyanyi dangdut, Camelia Malik, adalah sosok wanita luar biasa. Mbak Tutut dikenalnya sebagai wanita yang ramah kepada siapapun.   “Banyak sapaan bagi Putri Sulung Presiden RI Ke-2 tersebut, ada Mbak Tutut, Bude Tutut, tapi apapun itu, sosoknya yang saya kenal sebagai wanita yang luar biasa. Bu Tutut yang saya kenal sebagai pekerja sosial, sejak muda,” ujar Camelia Malik.

Camelia Malik, mengenal Mbak tutut sebagai pekerja sosial yang selalu turun ke daerah sejak zaman dulu kala. Diusia Mbak Tutut yang ke-71, Adik Kandung artis Ahmad Albar tersebut berharap, Mbak Tutut terus diberikan kesehatan sehingga bisa terus aktif berkarya. “Tentunya beliau bisa menikmati hari tuanya dengan bahagia berkumpul dengan keluarga, anak, cucu. Mbak Tutut selalu membuat suasana menjadi indah, teduh dan semua menjadi akrab meskipun dalam situasi sederhana,” tandas pelantun Hidup Penuh Lika-Liku tersebut.

Mba Tutut dikenal Camelia sosok dengan sentuhan seni yang luar biasa. Di balik kesibukannya, tetap masih bisa meluangkan waktu di bidang seni. Sehingga tidak heran, Mbak Tutut selalu dikenal dengan kelembutannya. Tapi di balik semua itu,  tidak berarti sosok Tutut Soeharti tidak bisa tegas. Dia adalah sosok yang tegas, disiplin. Dan bisa menempatkan diri di manapun berada. Bagi Camelia, Mba Tutut Soeharto sosok yang menginspirasi bagi perempuan Indonesia.

Sugeng Prawoto, Politisi yang dekat dengan Siti Hardijanti Rukmana, meminta Mbak Tutut Soeharto kembali aktif di dunia sosial,Kamis (23/1/2020) malam – Foto M Amin

Harapan yang sama juga disampaikan Politisi Senayan, Sugeng Prawoto, yang menyempatkan hadir di acara ramah tamah kumpul keluarga dan kolega. Dia berharap, Mbak Tutut terus diberi kesehatan dan dimudahkan segala urusannya. “Bagi saya Mbak Tutut seperti keluarga, beliau adalah orang baik yang masih dibutuhkan di tengah masyarakat, baik dalam lingkungan kecil keluarga Cendana, atau masyarakat luas,” ujar Politisi Partai Nasdem tersebut.

Sugeng mengaku kenal dengan Mbak Tutut Soeharto sudah sejak cukup lama. Sejak era orde baru, Mbak Tutut dikenalnya ketika masih aktif sebagai Jurnalis muda. Saat itu Mbak Tutut, masih aktif di Golkar, hingga kerap terjalin komunikasi yang intens.  “Dulu ada istilah pandawa, isinya ada beberapa orang seperti Fadli zon, Teguh Juwarno, Yudi Krisnandi, ada Muklis Yusuf, Dharmawan Sepriyosa. Nama tersebut dulu dulu cukup intens berkomunikasi dengan Mba Tutut. Saya adalah bagian yang tetap bersama Mbak Tutut Soeharto dulu ketika suka duka,” pungkasnya.

Lihat juga...