Sragi Butuh Perbaikan Jalan dan Tanggul Pemecah Ombak

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Guna tingkatkan aksesibilitas masyarakat di kawasan pesisir timur Lampung Selatan (Lamsel), Kecamatan Sragi usulkan perbaikan jalan. Bibit Purwanto, Camat Sragi menyebut usulan perbaikan jalan telah disampaikan dalam Musyarawah Rencana Pembangunan (Musrembang) tingkat desa hingga kecamatan. Sebab akses jalan sepanjang 6 kilometer cukup vital bagi warga di tiga dusun Desa Bandar Agung.

Menurut Bibit Purwanto akses jalan menghubungkan Dusun Bunut Utara, Umbul Besar hingga Kuala Jaya. Sebagai akses untuk mobilitas warga, distribusi hasil budidaya perikanan kerusakan jalan berimbas waktu tempuh lebih lama. Waktu tempuh yang bisa ditempuh hanya dalam waktu sekitar 10 menit harus ditempuh 30 menit lebih. Usulan perbaikan jalan utama telah diusulkan setiap tahun.

Bibit Purwanto, Camat Sragi, Lampung Selatan saat berada di Desa Kuala Jaya Desa Bandar Agung meninjau lokasi konservasi mangrove sebagai pencegah abrasi, Senin (13/1/2020). -Foto: Henk Widi

Sesuai rencana ruas jalan tersebut diusulkan untuk dibangun pada 2019. Namun akibat sejumlah kendala ia menyebut realisasi pembangunan ruas jalan tertunda hingga tahun 2020. Akses jalan utama yang lebih baik diakuinya bisa menjadi penopang ekonomi masyarakat. Sebab wilayah Bandar Agung memiliki potensi perikanan budidaya dan perikanan tangkap.

“Akses jalan yang baik diharapkan bisa mendorong aksesibilitas yang memadai untuk peningkatan perekonomian masyarakat dalam sektor perikanan dan juga sektor wisata yang sedang dikembangkan masyarakat,” ungkap Bibit Purwanto saat dikonfirmasi Cendana News, Senin (13/1/2020)

Ia melanjutkan kondisi ruas jalan utama Desa Bandar Agung saat ini masih didominasi titik berlubang dan berlumpur. Sebab saat musim penghujan sejumlah titik tergenang air menyulitkan mobilitas kendaraan roda empat dan roda dua. Sulitnya akses jalan membuat saat panen udang vaname, bandeng, warga memanfaatkan jasa ojek. Sebab pada sejumlah tambak akses hanya bisa dilintasi kendaraan roda dua.

Selain infrastruktur jalan penghubung, Bibit Purwanto menyebut Musrembang Desa dan Kecamatan telah diusulkan pembangunan tanggul pemecah ombak (breakwater). Saat kunjungan reses anggota DPR RI dari wilayah Lampung ia menyebut usulan telah disampaikan. Sebab kawasan pesisir timur Lamsel menghadap ke laut Jawa sehingga menjadi kewenangan pemerintah pusat.

“Kita upayakan untuk pengajuan ke pemerintah pusat agar abrasi di kawasan pesisir bisa diredam,” beber Bibit Purwanto.

Petambak udang vaname Dusun Umbul Besar Desa Bandar Agung Kecamatan Sragi Lampung Selatan melakukan panen udang menghindari limpasan Sungai Way Sekampung saat banjir dan pasang air laut, Senin (13/1/2020). -Foto: Henk Widi

Sesuai dengan topografi pantai di wilayah tersebut, Bibit Purwanto menyebut diusulkan pembangunan breakwater sepanjang 3 kilometer. Breakwater menurutnya akan dipasang di wilayah Kecamatan Sragi hingga perbatasan wilayah Kecamatan Ketapang. Sebab dengan adanya penahan ombak bisa digunakan untuk menahan laju abrasi.

Ia menyebut abrasi yang terjadi sudah mencapai 1 kilometer dari bibir pantai. Jika tidak ada upaya melakukan pembangunan penahan ombak maka kerusakan pantai bisa berpotensi terjadi dalam beberapa tahun ke depan. Kepedulian masyarakat menurutnya sangat diperlukan dengan upaya penanaman mangrove. Kelompok Tani Hutan Hijau Lestari disebutnya menjadi penyedia bibit mangrove.

Sebagai upaya mencegah abrasi secara alami ditanam ribuan pohon mangrove di wilayah itu. Selain menghindari abrasi perkampungan penanaman mangrove menurutnya bisa menjaga lahan tambak. Sebab sebagian wilayah tambak yang terkena abrasi dan tenggelam oleh air laut tidak bisa digunakan untuk budidaya udang vaname dan bandeng.

Lihat juga...