Sumbar Ekspor 244.689 Kg Manggis Segar ke Eropa Sepanjang 2019

Redaktur: Muhsin E Bijo Dirajo

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang, Eka Darnida Yanto di Padang, Senin (20/1/2020). Foto: M. Noli Hendra

PADANG — Hasil perkebunan manggis di Sumatera Barat kini telah menembus pasar negara-negara besar di Eropa. Catatan Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang, sebanyak 244.689 kilogram telah diekspor ke benua biru sepanjang 2019.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Padang, Eka Darnida Yanto mengatakan, hasil perkebunan Sumatera Barat akhir-akhir ini mengalami peningkatan. Di 2018, jumlah manggis segar yang diekspor itu tidak mencapai angka 200 ribu kilogram.

“Hal yang membuat ekspor meningkat, karena hasil perkebunan di Sumatera Barat ini telah dijual ke pengumpul untuk diekspor, bukan lagi dibawa ke pasar,” katanya di Padang, Senin (20/1/2020).

Di Sumatera Barat salah satu perusahaan yang mendapat kepercayaan oleh pemerintah pusat langsung untuk mengekspor manggis segar itu yakni dari rumah kemas PT Bumi Alam Sumatera, yang berada di Sawah Laweh, Nagari Tungka, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota.

Balai Kartina Pertanian Kelas I Padang, juga memantau jumlah ekspor manggis yang terbilang masih dalam skala usaha rumahan, yakni jumlahnya hanya mencapai puluhan kilogram, dengan tujuan ke berbagai negara.

“Tapi untuk manggis asal Sumatera Barat ini banyak dikirim via Dumai Riau,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Sumatera Barat, Candra, menyebutkan, hingga saat ini luas perkebunan manggis di Sumatera Barat mencapai 8.000 hektare namun baru 2.000 hektare lahan yang dinilai aktif berproduksi.

Mengingat bagusnya pasar ekspor, maka direncanakan akan ada penambahan luas perkebunan hingga 10.000 haktare.

Mendukung penambahan luas lahan, masyarakat telah melakukan penambahan bibit sebanyak 100.000 batang untuk lahan seluas 1.000 ha dari pemerintah pusat, dan 50 ha dari Pemprov Sumatera Barat pada 2018 lalu. Sementara pada 2019 kemarin, Pemprov menambah 61.000 bibit ke sejumlah daerah.

“Saya berharap tahun ini produksi manggis bisa mencapai angka di atas 50 ton. Tapi jika yang telah ditanam berbuah, maka beberapa tahun ke depan produksi manggis di Sumatera Barat bisa mencapai ratusan ton,” tegasnya.

Menurutnya, tidak hanya sekedar memberikan bibit, pihaknya juga memberikan pendampingan teknologi hingga selesai proses tanam. Sehingga masyarakat pemilik lahan yang melakukan penanaman, tinggal melakukan perawatan.

“Manggis ini hamanya itu ya kutu putih itu, hal ini lah yang perlu di rawat, biar tidak terkena hama. Karena jika banyak kutu putih itu, akan sulit juga dapat registrasi saat melakukan ekspor,” ujarnya.

Lihat juga...