Tenggelam di Labuan Bajo, Sembilan Penumpang Berhasil Diselamatkan

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Sebanyak 9 penumpang Kapal Motor (KM) Aditya yang mengangkut 5 penumpang wisata dan 4 Anak Buah Kapal (ABK), Sabtu (4/1/2020) sekitar pukul 09.30 WITA tenggelam di perairan pulau Bidadari Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat, provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Para penumpang kapal sebanyak 5 orang tersebut merupakan wisatawan domestik yang berasal dari Solo Jawa Tengah sementara 4 orang ABK merupakan warga lokal yang berdomisili di Labuan Bajo.

“Setelah menerima laporan pada pukul 09.50 WITA, kami langsung berangkatkan Tim SAR Gabungan pada pukul 10.10 WITA menuju lokasi kejadian,” kata kepala kantor SAR Maumere, I Putu Sudayana, Sabtu (4/1/2020).

Pukul 10.20 WITA jelas Putu, tim sudah tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi seluruh penumpang baik wisatawan dan seluruh kru kapal yang berjumlah 9 orang ke atas sekoci.

Untuk melakukan penyelamatan tambahnya, dikerahkan 1 unit RIB Pos SAR Manggarai Barat dan 1 unit Speed Boat KSOP Labuan Bajo sehingga semua penumpang berhasil dievakusi menuju pelabuhan Labuan Bajo.

“Semua penumpang kita evakuasi dengan kondisi selamat dan selanjutnya dibawa ke rumah sakit Siloam Labuan Bajo untuk mendapatkan perawatan medis,” terangnya.

Putu mengucapkan terima kasih atas bantuan, koordinasi dan kerja sama dalam pelaksanaan operasi SAR ini, terkhusus kepada KSOP Labuan Bajo, Pos TNI AL, Pol Air, Asosiasi Kapal Parwisata dan seluruh potensi SAR yang ada di Labuan Bajo.

Kendala yang ditemui saat operasi SAR sebutnya, diantaranya kendala cuaca, karena pada saat kejadian tersebut Labuan Bajo sedang diguyur hujan yang sangat lebat.

“Ada satu tim yang pertama bergerak ke lokasi namun memilih kembali ke pelabuhan Labuan Bajo akibat cuaca yang tidak bersahabat. Kemudian kita kerahkan RIB Pos SAR Manggarai Barat dan Speed Boat KSOP Labuan Bajo hingga sampai ke lokasi kejadian,” paparnya.

Informasi dari Tim di lapangan ungkap Putu, dikatakan bahwa memang gelombang tinggi dan angin kencang rata-rata 10-30 knots sehingga dirinya selaku kepala kantor SAR Maumere mengimbau kepada seluruh wisatawan, pemilik travel wisata, dan seluruh masyarakat serta nelayan untuk memperhatikan kondisi cuaca.

Dirinya mengharapkan semua memperhatikan imbauan dari BMKG terkait cuaca, angin, gelombang dan sebagainya sehingga tidak berlayar apabila cuaca tidak memungkinkan.

“Kepada para pihak yang memiliki kapal ikan, kapal penyebarangan dan kapal wisata agar memperhatikan cuaca. Cuaca yang ekstrem, angin kencang, gelombang tinggi sebaiknya jangan melakukan pelayaran, ditunda dulu demi keselamatan,” imbaunya.

Kepada seluruh instansi yang bertugas pihaknya memberikan imbauan seperti KSOP,  SROP dan Dinas Perhubungan.  Putu meminta agar bersama-sama memperhatikan keselamatan dengan cara mengikuti imbauan dari BMKG sehingga semua aktivitas yang dilaksanakan selalu mengacu pada kondisi cuaca yang sedang berlangsung.

“Dalam operasi ini unsur SAR gabungan yang terlibat yakni 5 orang dari Pos SAR Maumere,1 orang dari Pos AL Mabar,4 Pol Air Mabar serta 5 pegawai dari KSOP Labuan Bajo,” terangnya.

Kepala Syahbandar Labuan Bajo, Simon Baon, menyebutkan, setelah pihaknya mendapatkan informasi mengenai adanya kapal wisata yang tenggelam, pihaknya berusaha untuk memastikan kondisi keselamatan penumpang kapal tersebut.

Menurut Simon, informasi yang diterimanya mengatakan bahwa kapal tersebut sedang mengangkut wisatawan dan kapal tersebut tenggelam di pulau Bidadari, salah satu pulau di Labuan Bajo.

Para penumpang kapal tersebut yakni Anti (46), Pya (19), Cinta (15) semuanya perempuan serta Kokoh Sumarwanto (48) dan Adifa (22) keduanya laki-laki yang mana para penumpang ini berasal dari Solo Jawa Tengah.

Sedangkan para ABK KM Aditya yakni Syamsudin (32), Safrudin (31),Rio (30) serta Albert (32) semuanya laki-laki dan berdomisili di Labuan Bajo, kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Lihat juga...