Tiga Hari ke Depan Hujan Masih Lebat

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), menyatakan seluruh wilayah Indonesia masih berpotensi terpapar curah hujan lebat. 

Kasubbid Produksi Informasi Iklim dan Kualitas Udara BMKG, Siswanto, M.Sc., menyatakan pada kondisi global terpantau Indeks SOI adalah -5.0, indeks NINO 3.4 adalah +0,56 dan indeks DMI adalah +,0,17.

“Untuk regional terpantau Madden Jullian Oscillation (MJO) dalam kuadran 5 (Maritime Continent), dengan indeks RMM1 >2 yang mengindikasikan kontribusi MJO yang kuat terhadap aktivitas konvektif di Indonesia bagian Timur, yaitu Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, Papua,” kata Siswanto, di Gedung B Kantor BMKG Jakarta, Senin (13/1/2020).

Ia juga menyampaikan, bahwa Suhu Muka Laut (SST) terpantau adanya anomali +1 sampai dengan +3 0C.

“Artinya, potensi penguapan atau penambahan massa uap air akan terjadi di Samudra Hindia Barat wilayah Sumatra hingga Selatan Jawa, Laut Natuna, Laut Cina Selatan, Selat Sunda, Laut Jawa, Selat Madura, Selat Makassar, Laut Sulawesi, Selat Bali, Laut Banda, Laut Seram, Teluk Tomini, Laut Halmahera, Selat Hindia Selatan, NTT, Teluk Cendrawasih dan Samudera Pasifik Utara Papua,” urainya.

Sementara Indeks Cold Surga menunjukkan angka +6.1, yang mengindikasikan pergerakan massa udara dingin dari benua Asia yang tidak signifikan, memberikan kontribusi terhadap peluang pembentukan awan hujan di Indonesia.

“Siklon Tropis menunjukkan adanya siklon tropis Claudia di perairan Barat Australia yang bergerak ke arah Barat – Barat Daya, membentuk daerah pumpunan awan hujan di Laut Jawa Utara Jawa Timur, perairan Selatan Sulawesi Selatan, perairan Utara NTB dan NTT bagian Barat yang memberikan peluang pembentukan awan hujan dan peningkatan kecepatan angin di wilayah tersebut,” ujarnya lebih lanjut.

Konvergensi atau Daerah Pertemuan Angin terjadi memanjang dari Pesisir Barat Sumatra, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung hingga perairan Selatan Kalimantan Selatan.

“Kondisi ini menyebabkan potensi pembentukan awan hujan di wilayah tersebut,” kata Siswanto.

Dengan semua kondisi lokal atau mikro, Siswanto menyatakan daerah potensi pertumbuhan awan hujan akan terjadi di wilayah Riau, Sumatra Barat, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Lampung, seluruh pulau Kalimantan, Banten, keseluruhan Jawa, keseluruhan Sulawesi, Bali, NTB, NTT, Maluku, Papua Barat dan Papua.

“Prakiraan untuk tiga hari ke depan, kondisi curah hujan masih akan lebat. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memantau setiap pemberitahuan dini terkait kondisi cuaca,” pungkasnya.

Lihat juga...